22 Apr 2012

Baca Al-Quran atau Buka Facebook...?

Cobalah kita berkata jujur pada diri sendiri, sebelum berkata jujur kepada orang lain. Manakah yang lebih banyak anda buka tiap hari antara Al-Quran atau Facebook..? Cobalah ingat-ingat kembali, berapa kali anda login ke Facebook dalam sehari dan berapa kali anda membuka Al-Quran?

Masih adakah kejujuran dalam diri kita, adakah yang salah dengan tingkah kita atau pola pikir kita yang salah.

Manakah yang menjadi pegangan dan panduan hidup, dan mana pula yang bisa memberi hidayah, Al-Quran kah atau Facebook kah?

Berapa lama kita menghadap ke depan layar monitor, dibandingkan kita menghadap kiblat merenungi ayat-ayat yang luar biasa?

Berapa banyak orang yang percaya pada pepatah populer "Waktu adalah Emas" namun mereka lupa berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengotak-atik depan layar Facebook.  Sungguh merugi karena emas yang ia percaya telah pergi karena kelalaiannya.

Yahya bin Hubairah pernah berkata : “Waktu adalah hal paling berharga yang  mesti kau jaga, namun aku memandangnya sesuatu yang mudah sekali lenyap.”

Ingatlah !!!

Kita harus ingat, bahwa pada hari kiamat kita akan ditanya bagaimana kita menghabiskan hidup kita dan waktu kita. Dengan kata lain, kita akan ditanyai tentang bagaimana kita menghabiskan segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita seperti tersirat dalam hadis berikut. Diriwayatkan Abdullah Bin Mas`ud Rasulullah (saw) bersabda:

 “ Seorang hamba tidak dapat beranjak dari hadapan Rabbnya di Hari Kiamat kelak  hingga  ia ditanya tentang lima perkara : tentang umur bagaimana ia menghabiskannya, masa muda  bagaimana ia menggunakannya, harta dari mana ia memperolehnya dan dalam rangka apa ia memakainya (dalam ketaatan ataukah kemaksiatan),serta apa yang sudah  ia amalkan dari ilmunya.” {H.R. Tirmidzi dan berkata hadist hasan shahih pada Kitab Sifat Al-Qiyamah}

Al-Quran lah yang telah diturunkan sebagai pegangan hidup untuk mencapai kebahagian tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Hanya dalam Al-Quran lah terkandung hukum yang mengandung tingkah laku manusia, tata cara berprilaku dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, serta banyak lainnya yang akan menuntun manusia dalam melangkah.

Al-Quran diturunkan untuk menuntun manusia dalam menjalankan kehidupan, dan menjadikannya sebagai pegangan hidup guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Tapi mengapa sekarang malah ditinggalkan dan dikalahkan oleh Facebook dengan iming-iming dunianya.

Umat Islam bisa mengapai puncak kejayaan dan kemajuan dalam berbagai bidang karena berpengang teguh pada Al-Quran dan sunah Rasul, bukan FB. 

Mengapa Al-Quran!!

"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.".(Al-Israa':82(.

Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran".

Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".

Dari Abu Umamah ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya." (Riwayat Muslim)

Dari Aisyah ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata karena susah, akan mendapat dua pahala." (Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Umar bin al Khatthab ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an." (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud 'Alif, Laam, Miim' satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.(Riwayat Ad Darami dan Tirmizi, beliau berkata hadits ini hasan sahih)

Bersama kita bertekad untuk memperbanyak dan mentadabburi  Al Quran serta menjadi generasi tiada hari tanpa Al Qur'an.
 
Mari kita renungkan pesan dari lbnu Mas’ud ra, berkata: "Kami sulit menghapal lafadh Al-Quran tapi mudah mengamalkannya sedang orang sesudah kami mudah untuk menghapal tapi sulit mengamalkannya."


Wallohu a'lam bisshowab.

Casablanca, 22 April 2012
@Merenung atas keterpurukan

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah meninggalkan tilasan disini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes