31 Des 2011

Makna Tahun Baru Menurut Kamu?

Tahun 2011 sebentar lagi akan berlalu dan dilupakan, sementara tahun baru 2012 sebentar lagi akan datang dan banyak orang yang berharap dengan tahun baru tersebut dengan harapan baru. Ada yang memaknainya dengan tahun perubahan, tahun keberuntungan, tahun intropeksi diri, tahun... dan tahun.. dan selanjutnya.

Sedang menurut kamu apa makna tahun baru itu? Kenapa banyak orang bahkan sebagian besar bergembira, bersuka ria dengan datangnya tahun baru? Apa yang membuat mereka begitu bahagianya dengan tibanya pergantian tahun?

Sekarang kita ibarat sedang diantara dua jembatan. Yang satu kaki kita melangkah menuju jembatan yang baru dan kaki yang satunya masih menginjak pada jembatan tua. begitulah ibarat pergantian tahun menurutku.

Tak hanya itu, dari dulu, sampai pergantian tahun ini, tak ubahnya manusia seperti itu-itu saja, ada yang bahagia dengan kelahiran, ada yang sedih dengan kematian, ada yang menikah, ada yang bercerai, ada yang bahagia dengan hidupnya, ada yang sedih dengan nasibnya, ada yang suka karena gajian ke 13, ada yang sedih karena harus bayar kontrakan dan seterusnya.

Tahun akan terus berlalu sampai membawa kita ke ajal di liang lahad.

Mari jadikan tahun-tahun kedepannya menjadi tahun yang lebih baik dan paling baik dengan mengisinya  mencari bekal menuju yaumil hisab. Ingatlah "Sebaik-baik bekal hanyalah takwa".

Tahun Baru 2012 di mata teman-teman :

Kang "Wawan" Arwani Syaerozi : Happy New Year....malam tahun baru 2012 M, semoga malaikat Israfil tidak ikut menyambut dengan tiupan terompetnya.

Mba Fatma Hidayat : Kalo 2011 = single, semoga 2012 = punya pacar yang cocok, baik, keren, soleh, setia dan langgeng selamanya.. amin

Dan kini apa harapanmu..???

Sendratari Ramayana di Maroko (Video)

Dalam Rangka Festival Teatre International untuk Pemuda ke XI di Taza, Maroko, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat kerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, menampilkan Sendratari Ramayana dengan berbagai macam improvisasi alias sedikit menyimpang dari aslinya. Pertama dalam sejarah, kisah Ramayana dipagelarkan dalam bahasa Arab. Festival tersebut diikuti oleh Arab Saudi, Oman, Tunisia, Bahrain, Sudan, Mesir, Burkina Faso, Prancis, Pantai Gading, Polandia, dan Maroko sebagai tuan rumah.

PAGELARAN SENDRATARI RAMAYANA DI TAZA- MAROKO Tgl.24 April 2010
Video Youtube by :

Part 1 :
Part 2 :

Part 3 :

Part 4 :



29 Des 2011

Pesan Akhir 2011 sebelum 2012

Bagi orang beriman, waktu takkan dibiarkan berlalu percuma, takkan ada sisa waktu kecuali untuk beribadah, berjuang berhabis-habisan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Sebab kita akan diminta pertanggung jawab untuk setiap detik waktu yang telah kita lalui didunia tika akhirat nanti.

Modal bagi orang Muslim dalam kehidupan dunia ini adalah kesempatan waktu yang sangat singkat, denyut-denyut jantung yang terbatas, dan hari-hari yang terus berganti. Bagi orang yang memanfaatkan kesempatan dan detik-detik waktu tersebut untuk kebajikan dan berjuangan mengakkan agama Allah SWT, maka beruntunglah ia. Tapi bagi yang menyia-nyiakannya, ia telah membuang kesempatan yang tidak akan terulang selamanya.

Makna Waktu Bagi Orang Mukmin

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat-menasihati supaya menetapi kebenaran” Qs. Al-Ashr: 1-3

Allah SWT bersumpah dengan masa yaitu kesempatan yang tersedia untuk menggapai keberuntungan bagi orang-orang Mukmin dan kesempatan yang disia-siakan oleh orang yang lalai dan leka. Dalam perjalan waktu pula terdapat pelajaran dan suri teladan bagi orang-orang yang memiliki mata hati. yaitu AlQur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Lihat Firman Allah SWT

“Dan, Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan, bintang itu ditundukkan untukmu dengan perintahNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar ada tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang memahaminya” (Qs. An Nahl:12)

Oleh karena itu tidak ada yang lebih mahal di atas muka bumi ini dari umur yang dikaruniakan Allah SWT kepada manusia. Rasulullah SAW bersabda:”Kedua kaki seorang hamba tidak akan melangkah pada hari Kiamat sehingga ia ditanya terlebih dahulu tentang empat perkara yaitu, tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan dan tentang ilmunya, untuk apa ia gunakan”

Rasulullah SAW bersabda:” Pergunakan untuk mendapatkan keberuntungan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya, Yaitu masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sihatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu”

Umur manusia adalah musim tanam di dunia ini dan manusia akan memetik hasil tanaman itu di akhirat nanti. Maka tidak layak bagi seorang Muslim membuang kesempatan dan membelanjakan modal hidupnya di dalam hal-hal yang tidak berguna. Dalam hal ini Allah SWT menyebutkan dua saat di mana manusia menyesali dirinya yaitu: Pada saat menanti ajal tiba, yaitu ketika ia sedang berada dalam keadaan akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat. Yang kedua yaitu Di akhirat kelak, dimana seluruh amal diberi balasan. Syurga atau Neraka yang akan menanti

1. Syukur atas Usia yang diberikan Allah
Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita, dan jarang kita syukuri. Betapa banyak orang yang kita kenal, baik teman, sahabat , keluarga, guru, atau siapa pun yang kita kenal, tahun lalu masih hidup bersama kita. Bergurau, berkomunikasi, mengajar, menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari, namun tahun ini dia telah tiada. Dia telah wafat, menghadap Allah Subhanahu wa ta’ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah.
Sementara, lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu, terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. yang wafat pada usia 63 tahun, kita merasa masih jauh dari angka itu. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan, kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Allah dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya.

2. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar.
Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur’an, sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Malam-malam yang kita lewati, lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah, meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron, film dan sebagainya dari televisi? Langkah-langkah kaki kita, kemana kita gunakan? Dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu, dan apa yang akan kita perbuat esok.
Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr: 18).

Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak.
Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian".
Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata :
"Hitunglah amal kalian, sebelum dihitung oleh Allah"

…Waktu yang berlalu, tidak dapat diulang kembali…Buat dan pilih yang terbaik untuk sekarang, agar tidak menyesal lagi di kemudian hari…

Manfaatkan waktu untuk memilih jalan hidup sesuai dengan keinginan dan pilihan hati. Pilih jalan hidup dengan ilmu dan logika bukan dengan nafsu dan kenikmatan sesaat belaka. Jangan habiskan hidup ini dengan pilihan yang salah. Karena waktu itu terlalu panjang dan tidak nikmat bila di lalui dengan pilihan yang tidak tepat.

Catatan Akhir

Sungguh waktu itu telah lewat dan berlalu dengan cepat. Ternyata 22 tahun diriku telah berada didunia ini, ketika pertama kali menghirup udara bumi setelah dilahirkan dari rahim seorang wanita mulia yang kini menjadi panutan putra-putrinya.

Waktu yang begitu lama, namun belum berbanding lurus dengan apa yang telah dihasilkan hingga saat ini. diri ini masih merasa baru kemarin menikmati masa kanak-kanak. masuk sekolah dasar, bermain disawah, masih dibawah dan lindungan kasih sayang orang tua.

Apakah diri ini masih termasuk orang yang tertipu terhadap nikmatnya waktu yang suka berlengah-lengah.

Semakin hari semakin banyak dosa yang telah ku perbuat, semakin deras mengalir ibarat air sungai yang tiada henti. semakin lama menghirup udara, ku merasa semakin lupa akan karunia yang telah kunikmati selama ini.

Setiap langkah kaki ini, semakin pula mengikuti langkah godaan syetan. nikmat yang semakin banyak membuat diri lupa daratan. Ya Alloh ampunilah hamba sebelum engkau beri pelajaran kepada orang yang berdusta. sesungguhnya aku tahu, hanya Engkaulah yang maha pengasih yang selalu mendahulukan rahmat dan rahim- Mu sebelum datang azab-Mu.

Sebenarnya tidak hanya karena tahun baru, di hari-hari biasa pun saya sebagai manusia biasa pasti punya harapan. semoga hari-hari kedepan akan lebih baik dari pada hari-hari sebelumnya. Semoga akan lebih sukses untuk kedepannya, sukses dunia akhirat, sukses lahir dan bathin, sukses sebagai anak yang taat kepada orang tua, sukses menjadi warga yang baik, dan sukses dalam belajar. dan  Bermanfaat pada semua orang yang merupakan sebuah kebanggan tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang sebanyak apapun.

Waktu dan nafas adalah perkara yang takkan pernah akan kembali. Semoga kesempatan, nafas, dan waktu yang di berikan kedepannya akan lebih dimanfaatkan dengan maksimal menjadi apa yang diharapkan semua orang. Amiin.


29 Desember 2011
Casablanca, Maroko

Burhan Ali

Meredam Kesalahan

Oleh : Dr. Muhammad Yusuf Siddiq
 
Assalaamu ‘alaikum WR. WB.
Sahabat seiman..,
Lihatlah, Allah menghadirkan kembali nikmatnya pagi, meski tak semua mensyukurinya namun semua dapat merasakan kesegarannya, walau banyak yang meninggalkan perintah-Nya namun Pemberian-Nya tetap menyapa setiap kita.. semoga kita mampu membalas kebaikan pagi ini dengan yang lebih baik lagi..
 
Sahabat seiman..,     
Jangan pernah berhenti untuk memotivasi diri, cari terus inspirasi, ayat Al Quran sebaik-baik referensi, simaklah ayat berikut ini, artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula)..” (Q.S. Al Baqoroh: 178)
 
Sahabat seiman..,
Diri tak pernah luput dari kesalahan, namun syaitan bisa mencuri kesempatan, kesalahan membunuh bisa berujung pertikaian yang lebih besar. Namun tataplah indahnya Islam, dendam disalurkan tepat sasaran, api permusuhan diredam dengan benih persaudaraan, saling membalas dalam kebaikan..
 
Sahabat seiman..,
Hati-hatilah..!, di sekeliling kita bertaburan kebaikan, janganlah disia-siakan, apalagi disalahgunakan menjadi kejahatan. Di sekitar kita bertebaran kesalahan, jangan sertai syaitan menjadi kawan. sikapilah semua dengan kedewasaan pemahaman Islam, Semoga semua sisi kehidupan dipenuhi kebaikan. Selamat beraktifitas!

28 Des 2011

Marrakech, Tempat Berlibur Selebriti Dunia

Seperti diberitakan situs alarabiya.net bahwa kota Marrakesh, Maroko kini berubah menjadi tempat liburan bagi artis dunia selama waktu liburan akhir tahun dan untuk menghabiskan waktu akhir pekan.

Dalam artikel yang diterbitkan hari jumat, 23 Desember 2011, mengatakan bahwa para wisatawan di "kota merah" sebutan lain dari Marrakech selama waktu liburan akhir tahun diantaranya tokoh politik, budayawan, seniman dan olahragawan dari Barat dan Timur, telah memilih kota Marakesh, sebagai tujuan untuk liburan akhir tahun.

Banyaknya pengunjung wisatawan asing di Marrakech ini bisa diketahui dari banyaknya pesawat (Jet) swasta  asing yang mendarat di Menara International Airport, Marrakech yang dipakai selebriti dunia ke tempat tujuan pilihan mereka.

Abdel Latif Abu Risha, yang bertanggung jawab sebagai Dewan Komunikasi Pariwisata Daerah, bahwa masuknya sekelompok selebriti dan tokoh-tokoh internasional di kota merah, bukan merupakan fenomena baru, tetapi sudah dimulai sejak tahun 1997, yang merupakan hasil dari pancaran "pariwisata, daya tarik alam, perkotaan dan kesederhanaan serta keramah-tamahan orang-orangnya, di samping struktur pariwisata, infrastruktur yang ditingkatkan tahun ini dengan tujuh hotel baru standar pariwisata internasional. "

Dia menunjukkan bahwa proyek-proyek yang diperbarui untuk tahun 2011, memberikan kontribusi yang penting  dengan meningkatkan kapasitas hotel yang disediakan oleh sekitar 700 Rumah sewa dan 140 hotel.

Dewan Pariwisata Daerah  mengatakan bahwa jumlah pendatang ke kota Marrakech, di liburan akhir Tahun Baru, sekitar 1.000. 600 pengunjung.

Dikutip dari situs "Elaph" website bahwa bintang tim Barcelona dan Real Madrid datang ke Maroko untuk mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2011, diharapkan menjadikan kota Marakesh, yang mulai persiapan sejak awal, meningkatkan standar pengaturan keamanan untuk tamu besar dari selebriti dunia, sementara itu Hotel-hotel telah menyediakan semua kebutuhan pengunjung, dan menyiapkan malam artistik seni khusus untuk pengunjung.

Di antara bintang sepakbola paling menonjol di liga Spanyol, yang diharapkan untuk menghadiri ke "kota merah", Karim Benzema (Real Madrid), Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez Chris, yang dikenal sebagai Xavi, (Barcelona), dan Perancis pemain Thierry Henry, Nicolas Anelka.

Termasuk daftar tamu istimewa dari Perancis  keturunan Slovakia, Adriana Krmbo (Duta Besar Kecantikan dari Palang Merah), dan mantan presiden Bank Dunia, Dominique Strauss-Kahn dan istrinya, dan mantan presiden Perancis , Jacques Chirac dan istrinya.

Sedangkan Carla Bruni-Sarkozy, istri Presiden Prancis, ditemani oleh putrinya Julia, sejak Sabtu lalu, telah berkunjung khusus ke ibu kota wisata Maroko ini. Hal ini diharapkan akan diikuti oleh Nicolas Sarkozy, pada hari-hari ke depan, untuk melanjutkan dengan liburan akhir tahun bersama-sama.

Hal yang sama juga telah diikuti oleh Putri Christina Raja Spanyol, Juan Carlos, bahwa yang telah berhari-hari berada di kota Marakesh.
 
Terjemah bebas dari : http://hespress.com/

27 Des 2011

Wasiat Yang Berharga Bagi Seorang Muslim

10 Wasiat yang sangat berharga dari Imam Al-Banna kepada segenap kaum muslimin:

    Bangunlah segera untuk melakukan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaannya.

    Baca, telaah, dan dengarkan Al-Qur’an atau dzikirlah kepada Allah; dan janganlah engkau menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.

    Bersungguh-sungguhlah untuk bisa berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.

    Jangan memperbanyak perdebatan, sebab hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.

    Jangan banyak tertawa, sebab hati yang tenang dan tentram adalah yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir).

    Jangan bergurau karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh dan terus-menerus.

    Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti orang yag mendengarkan.

    Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya dalam bentuk apapun, dan jangan berbicara kecuali yang baik.

    Berta’aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerja sama).

    Pekerjaan rumah kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka manfaatkanlah waktu; dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan, maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.


Di kutip dari : http://www.facebook.com/pages/Kajian-Fiqh-Syariah-Islam/316374962863

Sheikh Youssef Al-Qardawi : Bagi Muslim Hukum Merayakan Natal dan Tahun Baru Haram, Haram

Sheikh Youssef Al-Qardawi
Yang terjadi di negara kita saat ini sungguh memperihatinkan, ada pertanyaan yang perlu kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, termasuk golongan manakah kita ini? dan termasuk masyarakat apakah masyrakat kita ini? Muslim atau kah Masehi, Masyarakat islami atau masyarakat kristiani.?

Banyak dari dari kita sebagian yang merayakan natal atau Chrismas yang merupakan hari rayanya umat kristen atau masehi, dan merayakan tahun baru masehi seolah-olah kita berada di eropa yang kebanyakan masyarakatnya masehi dan nasrani.

Kenapa kita malah merayakan natal? dan mengapa tidak merayakan hari maulid Nabi Muhammad Saw. pembawa risalah islami, dan mengapa kita tidak menghidupkan tahun baru hiijriah, sebagai bentuk peringatan hijrah nabi SAW.

Dalam hal ini, Sheikh Youssef Al-Qardawi, presiden Persatuan Ulama Muslim mengumumkan bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk merayakan hari Natal dan Tahun Baru masehi, serta tidak diperbolehkan bagi Masyarakat Muslim untuk mengubah identitas Islam, wajah dan tradisi agamanya.


Mahasiswa Syariah di Fes Mogok Kuliah

Mahasiswa menuntut Rektor mundur
Pertama kali terjadi dalam sejarah di Universitas di Maroko, lebih dari 4.000 mahasiswa di Fakultas Syariah Universitas Qaraouiyyine, Fes memutuskan untuk mengambil Ijazah Baccalaureate (Ijasah SMA) secara bersamaan dan akan mengosongkan kampus pada esok hari rabu, 28 Desember 2011, dan hal ini akan menjadi tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional dan Pendidikan Tinggi.

Langkah ini diambil setelah tuntutan para mahasiswa tidak direspon oleh pihak Universitas agar Rektor mundur dari jabatannya, dan hal ini juga merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap "kebijakan marjinalisasi dan kelalaian seorang Menteri yang bertanggung jawab atas Fakultas Syariah di Fez serta atas tindakan penutupan kuliah dua bulan berturut-turut tanpa ada konfirmasi dan kepastian yang jelas.

Lebih lanjut bahwa pihak Universitas banyak mengalami kejanggalan diantaranya bahwa rektor universitas tidak menandatangani sertifikat kelulusan selama tahun ajaran sebelumnya.

Dalam hal ini, kata Abdul Latief Alrkik (mahasiswa) bahwa penarikan (Ijazah) ini datang sebagai langkah terakhir protes setelah lebih dari dua bulan tidak ada tanggapan serius dari Kementerian pendidikan dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan di perguruan tinggi ini.

Alrkik bertanya dalam sebuah pernyataan untuk kepada  "HesPress" bagaimana pelayanan pendidikan ini akan berjalan sedangkan dalam jangka waktu dua bulan kampus pun telah di tutup, ia menambahkan bahwa tidak adanya garis yang jelas dari pimpinan universitas membuat kami memutuskan untuk menarik Ijazah kami dan meninggalkan kuliah.

Sebelumnya Kampus Fakultas Syariah ini telah melihat serangkaian langkah yang diambil mahasiswa yang meningkat sejak awal tahun seperti pemboikotan kampus, demonstrasi harian di kampus, dan unjuk rasa di Fez dan Ibu kota Rabat.


Terjemah bebas dari Sumber: hespress.com

21 Des 2011

Siapa Saya? Sapa Inyong? Who am I? Qui suis-je? من أنا ؟

Coba anda bayangkan ketika anda sedang duduk sendiri di rumah, kemudian ada yang mengetuk pintu di malam hari, dan kemudian anda membukakan pintu, bayangkan kaliat apa yang anda ucapkan ketika itu.

"Siapa anda.?"
"Dari manakah anda?"
"Ada keperluan apa, anda mengetuk pintu malam-malam? Dan apa pekerjaanmu?"
Mungkin sebagian orang akan menjawab : "Nama saya Fulan bin fulan" atau ada yang berkata "saya dokter si fulan" atau ada yang menjawab "saya seorang pengusaha" dan lainnya.
Akan tetapi sangat disayangkan jawaban seperti itu yang di ucapkan, bila kita di Tanya "Siapa anda?" karena jawaban seperrti itu hanyalah sebuah nama dan keadaan sementara.
Saya adalah seorang muslim, yang telah ditunjuki jalan yang lurus melalui ajaran seorang rasul yang mulia, melalui ajaran Al Qur'an yang sempurna.
Saya adalah milik dari Yang Maha Meciptakan alam semesta, baik yang berupa besar dan kecil. "ana lillaahi rabbil 'alamin" yang setiap hamba selalu berdoa, memohon kepadanya Yang Maha Bijaksana. Telah kujualkan diri ini kepada Alloh, dan hanya Allohlah yang membelinya dengan yang lebih baik.
"Saya muslim! Yang akan tetap menjadi muslim yang mengikuti agama Alloh"
Akan tetapi saat sekarang, sangat disayangkan orang-orang malu mengatakan "saya muslim".
Saya Muslim sebagaimana yang telah difitrahkan oleh Alloh ta'ala dalam firman Nya : "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Alloh; (tetaplah atas) fitrah Alloh yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Alloh. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Qs. Ar-Rum;30)
Saya Muslim sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw : "Setiap anak Adam dilahirkan berada di atas fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan di Yahudi, Nashrani dan Majusi"(HR. Muslim, No. 2658.) Di dalam riwayat lain disebutkan : "Tidak ada satu anakpun yang dilahirkan kecuali dia berada diatas Millah (agama )ini".
Saya Muslim, dan berserah diri kepada yang Maha Mengatakan dalam FirmanNya "Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku."
Saya Muslim, dan berpasrah seperti semua yang ada di alam berpasrah kepada Alloh sperti dalam FirmanNya. :"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Alloh, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allohlah mereka dikembalikan. (Qs. Al-Imran:83(.
"Siapa Saya?"

 
Dengarkanlah Ceramah ini subhanalloh..

Wanita Maroko Kini Berani Melamar Pria

Moroccan Woman
Dalam tradisi Timur Tengah dan kebanyakan bagian dunia lain, idealnya adalah kaum lelaki yang berinisiatif melamar perempuan. Di Maroko, tradisi itu mulai bergeser.

Naeema Al-Mansouri misalnya. Dia memutuskan untuk melamar tunangannya setelah sekian lama berpacaran. Naeema merasa pantas untuk melamar tunangannya lantaran ia merasa sudah siap untuk menjadi istri yang baik.

"Waktu itu kami tengah menghadiri acara pernikahan. Aku lalu bertemu calon ibu mertua. Aku pun mengutarakan niatku padanya," papar Naeema seperti dikutip alarabiya.net, Rabu (21/12).

Calon ibu mertuanya, lanjut dia, setuju dengan pinangan itu. Ia mengatakan menyukainya dan tak ada masalah dengan pernikahan. Ia pun akan memutuskan hari dimana pertemuan resmi dapat dilakukan.

"Dia suka padaku. Dia mengatakan setuju asalkan hidup dengan ibunya. Sebab, ia merasa kesepian jika kami tinggal jauh dari dia. Saya setuju dan sekarang dia seperti seorang ibu bagiku," ujar Naeema bahagia.

Hend, 30 tahun, mengaku nekad melamar suaminya. "Aku katakan padanya agar mau menikahiku. Aku bawa seikat bunga untuk memuluskan niatku," kata dia sembari tersenyum.

Hend menambahkan suaminya itu sempat terkejut. Sebab, suaminya waktu itu belum resmi bercerai dengan istri pertamanya.

Dari kisah diatas, menimbulkan pro dan kontra seperti yang dikutip alarabiya.net, tidak semua setuju dengan angin perubahan tradisi tersebut.

Hassan al-Haithami, pemimpin redaksi laman Partai Keadilan dan Pembangunan, menilai tidak masalah seorang perempuan melamar laki-laki. Yang terpenting adalah perempuan itu telah memenuhi syarat yang dibutuhkan sebagai seorang istri.

"Ini adalah persoalan perasaan. Anda tidak mengontrol perasaan dan menghilangkan begitu saja. Bukan suatu penghinaan bagi perempuan yang melakukan itu," ungkapnya.

Sementara Rukaia Zayed, seorang ibu rumah tangga dan ibu dari empat anak, tidak setuju dengan pelanggaran tradisi. Baginya, hanya laki-laki yang seharusnya melamar perempuan. "Saya akan menolak lamaran perempuan," kata dia.

Sosiolog Abdul Samad al-Dialmi menilai tren perempuan melamar laki-laki merupakan bagian dari kampanye kesetaraan gender. "Perempuan Maroko berusaha membuktikan bahwa mereka tidak mau begitu saja menjadi perawan tua. Ia juga memiliki hak yang sama untuk menyampaikan niatan baik untuk menikahi seorang laki-laki," ungkapnya.

Abdul Razek al-Jay, peneliti Rabat University, mengatakan tidak ada yang salah dengan tren di kalangan perempuan Maroko. "Nabi Muhammad dahulu dilamar oleh Khadijah. Namun, hal ini belum menjadi bagian dari Sunnah," tuturnya.

Jay menjelaskan Islam adalah agama yang mengajarkan kesetaraan. Itu sebabnya adalah hak perempuan untuk melamar laki-laki.

"Satu-satunya masalah jika perempuan melamar laki-laki karena hartanya atau ketampanannya tanpa memperhatikan moralnya," pungkasnya.

Hemat saya pribadi, seperti yang dijelaskan oleh Ust. Ahmad Sarwat Lc, yang di muat di eramuslim.com, secara hukum syariah, sebenarnya memang tidak ada larangan apapun bagi seorang wanita bila mengajukan diri kepada seseorang yang dianggapnya shalih dan baik untuk dinikahkan. Bahkan dahulu, sayyidatina Khadijah ra. melakukan hal tersebut. Beliau yang melamar calon nabi Muhammad saat itu yang masih berusia 25 tahun. Hal itu karena Khadijah ra. tahu persis kebaikan akhlaq calon suaminya itu, kejujurannya dan kebaikan-kebaikannya yang lain. Sehingga akhirnya mereka berdua menikah, sementara kejadian itu berlangsung sebelum turun wahyu.

Setelah turun wahyu dan syariah, ternyata keadaan seorang wanita yang datang mengajukan diri untuk dinikahkan pun tetap terjadi. Ada beberapa wanita di masa tasyri' menyerahkan diri kepada Rasulullah SAW untuk dinikahi beliau. Salah satunya adalah apa yang kita baca dalam hadits berikut ini.

Dari Sahal bin Sa'ad ra. berkata bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW dan mengatakan,"Ya Rasulllah, aku telah menyerahkan diriku untuk Anda (bersedia dinikahkan)." Salah seorang shahabat berkata,"Kawinkan saja dengan saya." Maka Rasulullah SAW bersabda,"Aku telah nikahkan kamu dengannya dengan mahar berupa bacaan Al-Qur'an yang kamu miliki. .(HR Bukhari)

Ternyata wanita yang pernah datang kepada Rasulullah SAW dan menyerahkan diri kepadanya bukan hanya satu. Di dalam kitab Fathul Bari, Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan beberapa wanita, diantaranya Khaulah binti Hakim, Ummu Syuraik, Fatimah bin Syuraih, Laila binti Hatim, Zaenab binti Khuzaemah, dan Maemunah binti Al-Harits. Tentunya dengan beragam kekuatan sanad yang menerangkan hal itu.

Sehingga hal tersebut membuat Aisyah ummul mukminin ra. merasa cemburu kepada para wanita itu. Hal itu terungkap dalam salah satu hadits shahih.

Dari Aisyah ra. berkata,"Aku merasa cemburu dengan para wanita yang telah menyerahkan dirinya kepada Rasulullah SAW (untuk dinikahi). Aku berpikir bagaimana pantas wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki. Ketika Allah SWT menurunkan ayat (Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka dan menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. QS Al-Ahzab: 51), aku berkata bahwa tuhanmu telah menyediakan apa yang engkau inginkan..(HR Bukhari)

Namun meski demikian, para ahli sejarah menyebutkan bahwa tidak satu pun dari mereka yang benar-benar dinikahi oleh Rasulullah SAW, meski pun hukumnya halal bagi beliau. Karena semua itu memang terpulang kepada beliau sendiri. Seandainya beliau menghendaki, para wanita itu halal untuk dinikahi. Namun bila beliau tidak menghendaki, beliau berhak untuk menolaknya. Dan di dalam hadits di atas, itulah yang terjadi.

Maka sebagai wanita muslimah, tidak ada salahnya secara hukum syariah untuk mengajukan diri kepada laki-laki yang anda anggap shalih dan baik secara sudut pandang agama, serta punya kemampuan dan kesiapan lahir batin untuk berumah tangga dengan anda. Kalau pun anda merasa sungkan dan malu, hal itu wajar. Bahkan Aisyah ra. pun merasakan hal tersebut, ketika melihat ada wanita yang datang menyerahkan diri kepada suaminya, Rasulullah SAW.

Tapi pada hakikatnya, hal itu tidak terlarang. Mungkin anda bisa meminta bantuan orang lain yang anda kenal dan sangat anda percaya untuk menyampaikannya kepada laki-laki yang anda sukai. Bukankah dahulu Khajidah ra. juga menggunakan orang lain untuk menyampaikan maksudnya?


Di sarikan dari :
Republika.co.id & eramuslim.com
Rabu, 21 Desember 2011

Masjid Indonesia di Kenitra, Bagian Sejarah yang Terpinggirkan

Masjid Indonesia, di Kenitra
Indonesia, Sebuah negara besar yang berada di bagian tenggara benua asia ternyata telah memiliki pengaruh yang luar biasa terutama sejak zaman awal kemerdekaan.

Gare de Kenitra, sebagai pintu masuk utama
Jauh berada di benua asia sebelah ujung tenggara, nama Indonesia telah banyak di abadikan di negara-negara yang telah ikut kagum dengan semangat kemerdekaan. Salah-satunya Maroko, sebuah negara kerajaan yang berada di ujung barat afrika utara, telah mengukirkan nama Indonesia sebagai nama salah satu masjid di kota Kenitra, kota kecil 40 Km utara Ibu kota Rabat, Maroko.

Hingga saat ini, Masjid Indonesia di Kenitra masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah kaum muslimin.

Tidak banyak yang tahu dari orang indonesia yang berkunjung ke Maroko bahkan warga Indonesia yang berdomisili di Maroko pun belum tentu tahu tentang keberadaan masjid Indonesia ini dan berkunjung ke tempatnya langsung. Mereka lebih akrab dan lebih tahu tentang Rue Soekarno (Jalan Sukarno) di Kota Rabat, Jalan Jakarta dan Jalan Bandung di Kota Casablanca.

Menara Masjid Indonesia
Padahal penamaan masjid ini pun tidak terlepas dengan penamaan nama-nama jalan sebagaimana disebut diatas dan pembebasan visa bagi warga Indonesia sebagai hadiah dari Raja Mohammed V kepada Presiden pertama Indonesia Ir. Sokerno dalam kunjungan pertamanya ke Maroko, 2 Mei 1960 yang merupakan kunjungan pemimpin  dunia pertama yang berkunjung ke Maroko setelah meraih kemerdekaan dari penjajahan Perancis .

Masjid Indonesia yang didirikan pada tahun 1348 Hijriah, terletak pada tempat yang strategis, dekat dengan medina (kota lama) dan dengan pusat belanja pasar tua Khoubazat. 

Masjid yang terletak di samping souk houriya, kawasan biranzaran kota Kenitra ini hingga saat ini masih menjadi salah satu pusat pengajaran dan  pemberantasan buta huruf, dan pengajian singkat setelah shalat maghrib.

Contoh bangunan masjid Maroko, Masjid tua Koutoubia
Jika dilihat dari jenis dan bentuk bangunan, masjid Indonesia berbeda dengan masjid-masjid di Maroko umumnya. Pernah ada dari orang maroko bercerita bahwa beberapa arsitek yang ikut membangun didatangkan dari Indonesia. Begitupun dengan menara masjid agak sedikit berbeda, kalau menara masjid maroko umumnya berbentuk balok yang tinggi, sedangankan menara masjid Indonesia berbukntuk segi empat yang diatas lebih kecil di banding bagian bawah menara. Ukiran dan bentuk tembok di luar dinilai orang Maroko sangat aneh, karena berupa tupukan batu yang disusun, berbeda dengan masjid lain di Maroko.

Namun saat ini, tidak banyak yang tahu kisah dan sejarah dari pembangunan masjid ini kecuali orang maroko yang sudah berumur tua. dan Kita sebagai Warga Indonesia di Maroko diharapakan mampu mejaga hubungan baik yang telah dibangun melalui sejarah yang panjang.
Photo: Ketua PPI Maroko saat berkunjung ke Masjid Indonesia

19 Des 2011

Hadist Birrul Walidain, Mengenang Kasih Ibu Di Hari Ibu

MAKNA "AL BIRR"
Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) : "Al Birr adalah baiknya akhlaq". (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).

Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..

"Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya."  (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)

Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan." (QS. Al Isra’ : 24). Yaitu: "Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun".  (Ad Darul Mantsur 5/259)

Berkata Imam Al Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya: "Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/ disunnahkan). (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an Jil 6 hal 238).

Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya: Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir "Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali". (Ghadzaul Al Baab 1/382).

HUKUM BIRRUL WALIDAIN
Diulang-ulangnya ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan dirangkaikannya ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala menunjukkan tentang keutamaan 'Birrul Walidain' (berbakti kepada orang tua). Hal ini juga didukung dengan beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menerangkan tentang keutamaan 'Birrul Walidain', di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, "Ya Rasulullah! Siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik? "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Ibumu". Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Ibumu" Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Ibumu". Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Bapakmu". (HR. Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)

Dan dalam hadits lain disebutkan, artinya, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta ijin kepadanya untuk ikut berjihad. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Dia menjawab, "Ya". Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, "Berjihadlah (dengan berbakti) pada keduanya." (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)

Dari dalil-dalil yang ada para Ulama’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berselisih tentang ibarat-ibarat (contoh pengamalan) nya.

Berkata Ibnu Hazm, mudah-mudahan Allah merahmatinya: "Birul Walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu). Berkat beliau dalam kitab Al Adabul Kubra: Berkata Al Qodli Iyyad: "Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram." (Ghdzaul Al Baab 1/382)

Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali , diantaranya:

1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak". (An Nisa’ : 36).

Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al Adaabusy Syar’iyyah 1/434).

2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya". (QS. Al Isra’: 23).

Adapun makna ( qadhoo ) = Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan. Berkata Al Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan. Berkata Asy Syaukaniy: "Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya). (Fathul Qodiir 3/218).

3. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." (QS. Luqman : 14).

Berkata Ibnu Abbas mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua "Tiga ayat dalam Al Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) : "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu", Berkata beliau. "Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu." (Al Kabaair milik Imam Adz Dzahabi hal 40).

Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya) : "Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua"  (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).

4. Hadits Al Mughirah bin Syu’bah - mudah-mudahan Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda (artinya): "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta".  (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1757).

KEUTAMAAN BIRRUL WALIDAIN

Pertama : Termasuk Amalan Yang Paling Mulia
Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).

Kedua : Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (artinya): "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….", hingga akhir ayat berikutnya : "Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (QS. Al Ahqaf 15-16)

Diriwayatkan oleh ibnu Umar mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata : Wahai Rasulullah sesungguhnya telah menimpa kepadaku dosa yang besar, apakah masih ada pintu taubat bagi saya?, Maka bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Apakah Ibumu masih hidup?", berkata dia : tidak. Bersabda beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Kalau bibimu masih ada?", dia berkata : "Ya" . Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Berbuat baiklah padanya". (Diriwayatkan oleh Tirmidzi didalam Jami’nya dan berkata Al ‘Arnauth : Perawi-perawinya tsiqoh. Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim. Lihat Jaami’ul Ushul (1/ 406).

Ketiga : Termasuk Sebab Masuknya Seseorang Ke Surga
Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga". (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan).

Dari Mu’awiyah bin Jaahimah mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian berkata : "Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Apakah kamu masih memiliki Ibu?". Berkata dia : "Ya". Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya". (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya, Hadits ini Shohih. (Lihat Shahihul Jaami No. 1248)

Keempat : Merupakan Sebab keridhoan Allah
Sebagaiman hadits yang terdahulu "Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua".

Kelima : Merupakan Sebab Bertambahnya Umur
Diantarnya hadit yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Barangsiapa yang suka Allah besarkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim".

Keenam : Merupakan Sebab Barokahnya Rizki
Dalilnya, sebagaimana hadits sebelumnya.
Keutamaan 'Birrul Walidain' yang lain adalah bahwa hal itu merupakan sifat para Nabi'alaihimussalam. Allah subhanahu wata’ala mengisahkan tentang Nabi Ibrahim 'alaihissalam dalam firman-Nya, artinya, "Ibrahim berkata, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku." (QS. Maryam: 47). Juga pujian Allah subhanahu wata’ala kepada Nabi 'Isa 'alaihissalam, artinya, "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku sebagai seorang yang sombong lagi celaka." (QS. Maryam: 32 )

Itulah sirah dan sikap para Nabi 'alaihimussalam kepada orang tua mereka, dan jalan mereka itulah jalan yang lurus/ shirathal mustaqim, yang selalu kita minta dalam setiap shalat kita. Dan inilah salah satu jalan untuk meraih surga. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa berbuat baik kepada keduanya bukan berarti kita harus melaksanakan semua perintah mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan baik, dan ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Luqman:15)

Sa'ad bin Waqqoshradhiyallahu ‘anhuberkata, "Diturunkan ayat ini (QS. Luqman: 15) berkaitan dengan masalahku. Dia berkata, "Aku adalah seorang yang berbakti kepada ibuku, maka tatkala aku masuk Islam, dia berkata, "Wahai Sa'ad apa yang aku lihat dengan apa yang baru darimu?" "Tinggalkan agama barumu itu kalau tidak, aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati sehingga kamu dicela dengan sebab kematianku dan kau akan dipanggil dengan wahai pembunuh ibunya". Maka aku katakan kepadanya, "Jangan kau lakukan wahai ibuku, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan agamaku ini untuk siapa saja". Maka dia (ibu Sa'ad) diam, tidak makan selama sehari semalam, maka dia kelihatan sudah payah. Kemudian dia tidak makan sehari semalam lagi, maka kelihatan semakin payah. Maka tatkala aku melihatnya aku berkata kepadanya, "Hendaklah kau tahu wahai ibuku, seandainya kau memiliki seratus nyawa, dan nyawa itu melayang satu demi satu, maka tidak akan aku tigggalkan agama ini karena apapun juga, maka kalau kau mau makan makanlah , kalau tidak maka jangan makan". Lantas diapun makan." (Tafsir Ibnu Katsir)

Allah subhanahu wata’ala menyediakan balasan/ pahala yang besar bagi siapa yang taat pada orang tuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya, "Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR Tirmidzi kitab al-Birr wa ash-Shilah, dishahihkan oleh al-Albany). Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, "Apakah perbuatan yang paling utama?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Iman kepada Allah dan RasulNya". "Kemudian apalagi?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Berbuat baik kepada Orang tua." Kemudian apalagi?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Berjuang di jalan Allah." (HR. Bukhari kitab al-Hajj dan Muslim bab Bayan kaunil iman billah min afdhailil a'mal)

Dan pahala yang besar ini tidak mudah diperoleh kecuali dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada orang tua kita.

Ada beberapa kewajiban kita terhadap orang tua, di antaranya:

Yang pertama: Berbuat baik kepada keduanya baik dengan perkataan atau perbuatan. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, "Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "Ah", dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS: al-Qur'an-Isro: 23)

Yang kedua: Rendah hati terhadap keduanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan". (QS: al-Isro: 24)

Yang ketiga: Mendoakan keduanya baik semasa hidupnya ataupun sesudah meninggalnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, "Dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS: al-Isro: 24)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Apabila anak Adam mati maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya." (HR. Muslim kitab al-Washiyyah)

Yang Keempat: Mentaati keduanya dalam kebaikan. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu , maka janganlah kamu mengikuti keduanya , dan pergaulilah keduanya dengan baik". (QS: Luqman: 15)

Yang Kelima: Memintakan ampun bagi keduanya sesudah meninggal, yaitu apabila meninggal dalam keadaan Islam. Allah subhanahu wata’ala berfirman menceritakan tentang nabi Ibrahim ’alaihissalam Artinya, "Ya Tuhan kami beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab/ kiamat". (QS Ibrohim: 41)

Juga firman-Nya tentang Nabi Nuh ’alaihissalam, Artinya, "Ya Tuhanku ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang beriman laki-laki dan perempuan." (QS: Nuh: 28)

Yang Keenam: Melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya, selama tidak bertentangan dengan syari'at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkan ucapan seorang wanita yang berpendapat hutang ibunya wajib dilunasi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan bahwa hutang kepada Allah subhanahu wata’ala berupa shaum nadzar lebih berhak untuk dilunasi.

Yang Ketujuh: Menyambung tali kekerabatan mereka berdua, seperti: Paman dan bibi dari kedua belah pihak, kakek dan nenek dari kedua belah pihak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik hubungan/ silaturahim adalah hubungan/ silaturohim seorang anak dengan teman dekat bapaknya." (HR. Muslim kitab al-Qur'an-birr wash shilah).

Yang Kedelapan: Memuliakan teman-teman mereka berdua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memuliakan teman-teman istrinya tercinta Khadijah radhiyallahu ‘anha, maka kita muliakan pula teman-teman istri kita. Dan teman-teman orang tua kita lebih berhak kita muliakan, karena di dalamnya ada penghormatan kepada orang tua kita.

Semoga Allah subhanahu wata’ala tidak menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mendapati masa tua orang tuanya, namun kita tidak bisa berbuat baik kepadanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu jalan untuk meraih surga.

Wallahu a’lam.

Disarikan dari berbagai sumber :

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes