Tampilkan postingan dengan label photos... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photos... Tampilkan semua postingan

22 Apr 2014

Penerimaan Beasiswa ke Tim-Teng 2014

 Penerimaan Beasiswa ke Timur tengah tahun 2014-2015 (Maroko, Mesir dan Sudan)




16 Mar 2013

Pameran Buku Internasional "SIEL 19" Casablanca



"Salon International de l'Edition et du Livre - SIEL 19" yang biasa kita sebut Pameran Buku Internasional yang ke 19, kembali di gelar di kota Casablanca-Maroko. Pada tahun 2013 kali ini, Pameran Buku Internasional akan di buka mulai tanggal 29 Maret - 7 April 2013.

Siapkan tabungan anda untuk berburu buku-buku atau kitab incaran anda, karena pameran buku kali ini di ikuti oleh beberapa penerbit buku dari berbagai negara yang tentunya sangat mengasyikan kalo kita pergi bersama-sama, sekaligus menambah wawasan dengan mengikuti berbagai seminar yang diadakan dengan beberapa penulis buku terkenal...

So tunggu tanggal mainnya.. tempatnya seperti biasa di gedung Pameran depan Masjid Hassan II Casablanca.


24 Agu 2012

Rekreasi di Zoologique de Rabat

Depan pintu masuk Zoologique de Rabat
Di Rabat, ibu kota kerajaan Maroko ada tempat baru yang bisa dikunjungi buat jalan-bersama keluarga maupun teman. Namanya Zoologique de Rabat, atau kebun binatang rabat. Sebuah kebun binatang baru yang diresmikan oleh Putra Mahkota Maoulay Hassan pada awal tahun ini.

Kebun Binatang ini terletak di dekat komplek sportif Moulay Abdellah Rabat, route Rabat- Temara. Dilalui oleh bus nomor 40 yang juga lewat jalur depan PPI-Qouass, atau bisa juga dari kamra dengan nomor bus 7-18-45, dan turun langsung di depan kebun binatang.

Kebun binatang ini memberikan pemandangan yang berbeda dengan menyajikan hewan yang hidup dalam habitat aslinya yang telah disesuaikan dengan sifat iklim sub-benua, untuk memanjakan pengunjung  seolah berada di alam dan satwa liar.

Kebun binatang ini dibangun di atas lahan seluas  50 hektar berdekatan dengan daerah hijau di Rabat. Di pintu masuk utama terdapat patung singa dari Atlas, di samping jalan masuk terdapat frame yang meniru Pegunungan Atlas, kemudian disajikan Singa atlas, domba Barbary, monyet (babon).

Kebun binatang ini merupakan tempat untuk hewan Afrika yang telah disiapkan dengan empat tempat, Seperti Savana yang mana didalamnya terdapat hewan Cheetah, jerapah, badak putih, rusa, burung unta, babun. Kemudian tempat rawa-rawa, yang mencakup hewan kerbau Afrika, burung air, buaya. Bagian hutan tropis meliputi monyet, dan berbagai jenis burung besar, babi, dan simpanse), dan padang pasir yang menggambarkan alam yang kering, pasir alam dan batu, alam yang mengalami kekeringan dan gersang didalamnya terdapat rusa, kijang, burung unta, kadal padang pasir, dan macan tutul).

Terlihat di belakang ada burung onta dan sejenis antilop
Taman Nasional ini telah dirancang untuk membuat pengunjung menikmati kehidupan alam dan satwa liar, dan bergerak dengan bebas dari satu tempat ke tempat lain untuk lebih dekat melihat dan mengamati beberapa hewan, seperti buaya, singa, kuda nil dan lainnya.

Ekosistem yang ada di kebun binatang yang baru dikelola dengan menciptakan kondisi hidup yang sama asal hewan, yaitu, di pedalaman alam dan satwa liar.

Kebanyakan hewan-hewan yang dipilih berasal dari Afrika-Amerika pada umumnya dan sebagian asli dari Maroko.

Maroko telah membangunnya dalam rangka untuk mengembangkan dan menarik ekologi bagi semuanya guna membantu dimensi budaya dan meningkatkan kesadaran lingkungan dan pendidikan.
Di kebun ini juga tersedia beberapa ruang yang memungkinkan pengunjung untuk melihat satwa dalam habitat mereka bergerak bebas dengan memperhatikan kondisi keselamatan dan keamanan.

Harga tiket untuk mengunjungi kebun binatang tersebut sebesar 50 dirham per orang/dewasa dan 30 dirham untuk anak-anak, dan gratis untuk balita usia dibawah empat tahun, dan akan ada diskon  pada waktu-waktu tertentu ( setelah jam 3 sore sampai 5.30 sore) di setiap hari dalam seminggu kecuali Jumat, Sabtu dan Minggu.

Masuk kawasan savana - sahara
Badak bercula putih asal afrika

Rusa-rusa yang indah

Ini apa ya.. kalo ngga salah sih Antilop yang tinggal di savana amerika-afrika

Kalo yang ini jelas dah pada tau kan..

Ini hewan yang ada di film Madagascar, tapi ga tau namanya.
Burung air di rawa-rawa
Dan sebenarnya masih banyak lagi hewan-hewan yang mau ditampilin seperti Gajah, cheetah, babun, kerbau afrika,  buaya, monyet, berbagai jenis burung besar, babi, simpanse, kadal padang pasir, dan macan tutul, sayangnya ga punya fotonya, keburu habis batre cameranya. lain kali yah. selamat mencoba. oh ya. terakhir ada tawaran harga khusus kalo yang kesana ber-rombongan lebih dari 20 orang, cuma bayar per-orang 30 dh. info yang lain menyusul yah.


10 Jun 2012

Sinopsis : Resensi Novel "Ouhibouki Areta"


“Ouhibouki, Areta”

Berbekal akan  kepedulian terhadap pendidikan islami di Indonesia,  penulis melakukan observasi mengenai kurangnya sosialisasi terhadap pendidikan islam, dimana masih banyak kekeliruan dan ketidakfahaman terhadap tradisi dan modernisasi pendidikan islam menuju milenium baru. Padahal, pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Kajian pendidikan islam nampaknya termasuk kedalam bidang yang belum tergarap secara serius dalam studi islam secara keseluruhan. Karena relatif langkanya kajian-kajian serius mengenai kependidikan islam ini, dapat dipahami bahwa pemikiran kependidikan islam juga tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Salah satu bukti konkrit adalah, ketika kerajaan Maroko yang hingga kini memberikan jatah 15 kursi beasiswa untuk pelajar di Indonesia setiap tahunnya, masih saja tidak terisi dengan sempurna. Padahal ada begitu banyak pemikir-pemikir berkaliber internasional jebolan beberapa Universitas di Maroko yang beberapa kitabnya digunakan di seluruh pesantren di Indonesia, contohnya seperti Al-Jabiri dengan pemikiran kritik nalar nya, Salim Yasfut dengan pemikiran Epistemologinya, Abdul Majid As-Sugair dengan pemikiran relasi kekuasaan VS pengetahuan, Muhammad Sabilla dengan pemikiran modernitasnya, Abdussalam Benabdelali dengan pemikiran filsafat kontemporernya, Abdullah Ar-rawi dengan pemikiran sejarahnya, Taha Abdurrahman dengan pemikiran filsafat bahasa dan akhlak, dan lain sebagainya.

Novel “Ouhibouki, Areta” (dibaca : Uhibuki, Areta ) ini, dimana memiliki makna “Aku mencintaimu, Areta” dalam bahasa Darijah Arabia, bahasa sehari-hari rakyat Maroko, merupakan sebuah novel yang mengangkat dan mensosialisasikan pendidikan islam, juga persahabatan antara Indonesia dan Maroko yang sudah terjalin selama setengah abad lamanya. Ada banyak kisah yang sudah terjalin selama menjadi “Akh Shaqiq”atau sebutan Maroko untuk Indonesia, yaitu saudara kandung.

Novel yang mengambil setting di negeri Al-Maghribiyah ini,  tak hanya mengupas ke-eksotikan setiap sudut Maroko dengan sebutan negeri matahari terbenam, yang memiliki bermacam pancang kuat yang mendeskripsikan betapa agungnya setiap sudut sudut kota di negeri seribu benteng ini. Tetapi juga memuat perjuangan dua insan manusia yang berjuang untuk lebih mempererat tali persaudaraan dua negara dan menjadi motivasi para pelajar di Indonesia untuk berjuang dan membangkitkan semangat negeri dalam rangka memperbaiki citra islam di mata dunia.

            Asyam Bahiir, adalah seorang pengajar di Pesantren Tawalib Putra Padang Panjang, yang lulus seleksi beasiswa S2 di Universitas Mohammad V-Rabat, ibukota Morocco. Ia terkenal sebagai seorang laki-laki yang sangat cerdas dan mempunyai cita-cita luhur, ingin membawa bekal dakwah sesuai dengan obsesinya yang begitu besar yaitu berdakwah membawa kecerdasan intelektual, berkiblat pada ajaran ajaran para pemikir  berkaliber Internasional, jebolan negeri seribu benteng yang disebut juga sebagai negeri matahari terbenam, yaitu Morocco

            Asyam sangat mengagumi Nisrina, seorang wanita yang sangat tegar ketika di tempa ujian berat bertubi-tubi dan membuat hidupnya berantakan. Kekagumannya itu membuatnya ingin menikahi Nisrina, agar supaya ia dapat melindungi wanita itu dari luka dalam kehidupannya. Namun ujian yang dihadapi Nisrina memang tak henti-henti. Menjelang pernikahannya dengan Asyam pun, Allah menguji mereka dengan sebuah takdir yang tak dapat dielakkan. Dari itulah Asyam menganggap bahwa cinta adalah sesuatu yang tak harus di agung-agungkan, karena cinta belum tentu membawa manfaat.

            Prestasi dan karir Asyam yang gemilang di negeri seribu benteng itu, tak lepas dari support Areta, wanita berdarah asli Maroko dan Indonesia, yang juga menerima beasiswa S2 untuk memperdalam ilmu Islam di negerinya sendiri, negeri Al-Maghribiyah. Bersama Areta, Asyam seperti menemukan oase yang berbeda dari seorang Nisrina. Areta yang sangat cerdas, lantang ketika berbicara serta bahasa tubuhnya yang mengagumkan, membuat Asyam memiliki perasaan berbeda yang tak ia sadari. Asyam masih saja menganggap bahwa cinta adalah sesuatu yang dilarang agama. Maka dari itu, ia selalu menepis perasaannya.

            Hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko semakin baik dengan munculnya gagasan-gagasan penting dari seorang Asyam dan Areta. Perlahan, kursi yang disediakan negara Maroko untuk memberikan jatah beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, kian menunjukan perkembangan yang baik. Begitu juga pertukaran budaya yang di galakkan oleh Asyam. Banyak dari masyarakat Maroko yang akhirnya menyambut suka cita terhadap seni kebudayaan negara Indonesia. Asyam pun menjadi tokoh yang di kagumi para petinggi kerajaan Maroko dan juga mahasiswa, khususnya mahasiswa Indonesia yang berada di Maroko.

            Hingga akhirnya takdir berbicara lain, banyak hal yang terjadi di luar dugaan dan kehendak manusia. Ketika Asyam menyadari bahwa ternyata cinta itu tak dilarang syariatnya dalam agama, selama tidak melanggar hukum Allah, maka Asyam mulai merasakan dilemma cukup hebat, antara fokus terhadap pendidikan dan karirnya, juga cinta yang tak kunjung hilang, membuat imannya serasa di koyak-koyak. Disinilah pergulatan hati Asyam yang sangat hebat. Pesona Areta dan kesempatan untuk selalu bersamanya, sempat melululantahkannya. Namun karena kekuatan hatinya, Asyam tetap memilih untuk mendedikasikan dirinya dan kembali ke negerinya Indonesia, lalu meninggalkan Areta.

            Ketika segala sesuatu tidak sesuai kehendak manusia, maka Qada dan Qadr lah yang memiliki andil untuk membuat manusia bisa menerima hidup sesuai kehendak sang illahi. Cinta yang tarjadi didalam novel ini pun, merupakan ungkapan hati dari Asyam Bahiir dan Areta yang memang sama-sama mengagumi seorang pujangga asal Cordoba. Cinta tidak dilarang syariatnya dalam agama. Cinta adalah urusan hati, dan hati adalah urusan illahi...

            Dapatkan kisah selengkapnya hanya dengan memiliki novel "Ouhibouki Areta".

Cover novel "Ouhibouki Areta"


[Reportase] Peluncuran Novel “Ouhibouki Areta”: Sajian imajinasi penuh sensasi

Kurang dari seminggu lalu, facebookku di tag seorang sahabat di dunia maya ini. Melalui tautan media jejaring sosial yang marak ini persahabatan kita bisa semakin luas dan cepat. Tanpa mengenalnya terlebih dahulu secara dekat, sahabatku mengirimkan invitation  launching  novel “Ouhibouki…Areta.” 

Terus terang saja, aku belum sepenuhnya mengerti apa yang menarik dalam undangan tersebut. Akhir minggu ini seharusnya aku berada di luar kota tetapi karena satu hal, aku tak bisa memenuhi undangan pernikahan salah seorang kerabat dekat. Singkatnya, ternyata aku lebih di takdir kan untuk hadir di sebuah acara peluncuran novel di bilangan daerah bisnis di Kemang, Jakarta Selatan.

Dalam invitation tersebut disebutkan lokasi yang berlabel Bobby D’s restaurant and bar di lantai 1 The Mansion Shopping Arcade Kemang. Meski tak tepat pukul dua siang, acara peluncuran novel pun dimulai. Dengan dipandu seorang pembawa acara salah seorang personil P. Project, Away, yang berpenampilan mirip seperti A’a Gym cukup mampu memulai acara dengan santai dan penuh canda tawa. Entah disengaja atau tidak, acara hingga akhir pun berjalan penuh keceriaan.

Menempati sebuah restauran yang tidak terlalu luas namun cukup menampung para undangan yang berkisar sekitar mendekati angka seratus orang, acara ini mungkin cukup dibilang sukses bila dipandang dari penuhnya ruangan. Para undangan yang teridri dari beragam usia dan pihak seperti pihak keluarga, kerabat dan handai taulan penulis, sahabat-sahabat, serta para pihak pendukung terbitnya novel ini seperti pihak penerbit, wartawan dari beberapa media juga tampak hadir. 

Setelah dibuka dengan pembacaan doa bersama, acara terus bergulir dengan sambutan dari pihak penerbit yaitu Indie Publishing, kemudian penulisnya Risma el Jundi. Pihak penerbit yang langsung dihadiri oleh pimpinannya, Kang Dhani menjelaskan beberapa latarbelakang mengapa novel ini begitu menarik dirinya. Dalam paparannya yang singkat beliau mengatakan, selain instinct business yang menjadi pertimbangan bahwa novel ini akan sukses dalam debut penjualananya, novel ini begitu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan novel-novel yang sudah ada. Novel Ouhibouki…Areta ini begitu unik kehadirannya karena merupakan novel islami pertama yang disertai dengan original soundtrack. Tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri selain tema yang diusungnya yaitu tema pendidikan, kebudayaan dan persahabatan antara Indonesia dan Maroko yang dibumbui kisah cinta ala pujangga Cordoba.

Penulis novel ini, yang bernama asli Rismawanniati, berprofesi sebagai seorang istri dan ibu dari seorang putra, berkelahiran di Jakarta, berterus terang tentang dirinya ketika mendapat giliran memberikan sepatah dua patah kata dalam acara ini. Ia mengakui bahwa dirinya hanyalah penulis pemula yang beberapa tahun terakhir ini begitu menggemari dunia tulis menulis sambil menjalankan kewajiban sehari-harinya. Waktu luang dalam mengurus rumah tangga terasa berharganya jika terbuang begitu saja secara percuma. Maka ketika ada kesempatan menulis, beliau selalu menyempatkan dirinya untuk terus melatih dan memasihkan kemampuan menulisnya. Beberapa buku antologinya pun telah terbit mengawali karir kepenulisannya. Dan novel ini merupakan naskah yang ditulis dan dibuat dengan segala keterbatasannya ketika dirinya tertarik untuk mengikuti lomba menulis novel islami di salah satu harian ibukota. Dari naskah yang mencapai lima ratus buah, naskah dirinya mampu lolos seleksi hingga masuk 25 besar.

Minggu demi minggu menjadi begitu menegangkan ketika menunggu pengumuman tahap seleksi selanjutnya.  Namun sayang  Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya, ternyata naskah ini harus tertahan sampai di 25 besar saja. Hubungan dan pergaulan yang luas akhirnya membawa Risma dengan semangat yang tak pernah padam ini tersulut kembali. Doa dan tahajudnya ternyata memberikan jalan yang tak terduga dari Sang Maha Mendengar. Pertemuan dengan Indie Publishing kembali menggelorakan semangatnya. Pucuk dicinta ulam tiba. Selain keluarga dan kerabat dekatnya yang sangat mendukung agar tulisan novelnya tersebut bisa diterbitkan dengan segala kemampuan yang serba terbatas. Hampir saja Risma tak sanggup meneruskan cerita karena suara dari dalam tenggorokan begitu serak saking terharunya menceritakan proses perjalanan dan perjuangannya dalam membuat dan menyelesaikan novel ini.

Ditengah-tengah acara, hadirin disuguhkan sebuah original soundtrack novel yang merupakan alunan sangat khas dari irama seperti perpaduan musik dari daerah timur tengah dan afrika, alunan musik yang dibawakan oleh Papa Romantic. Kehadiran musik ini ternyata tidak hanya dalam acara launchingnya saja, melainkan benar nyata bahwa lagu tersebut diciptakan sebagai soundtrack novel.

Seorang vokalis, yang biasa dikenal dengan panggilan A’a Ogest Yogaswara menyampaikan bahwa beberapa lagu dan aransemen yang diciptakannya memang benar-benar terinspirasi dari kisah dalam novel ini. Sang vokalis, Ogest menjadi sosok yang begitu menginspiratif bagi yang mengenal dan mengetahui kondisinya. Meski beliau memiliki keterbatasan fisik, sudah tak mampu berdiri sempurna dengan kedua kakinya sehingga memaksa duduk di kursi roda, dan hanya mampu menggerakkan tangan sebelah kiri, keterbatasan nafas, sekitar 20% dari nafas normal, ia mampu menghipnotis hadirin dengan olah vokalnya yang menarik. Selain vokal, ia pun termasuk song writer dari beberapa lagu yang sengaja dipersembahkan dalam bentuk kepingan CD menjadi satu paket karya seni ini. So…pembaca novel ini nantinya akan begitu dimanjakan dengan  menikmati sajian sebuah imajinasi penuh dengan sensasi.

Novel Ouhibouki…Areta, meski ditulis oleh seorang penulis pemula tampaknya tidak dapat disepelekan dari segi ide dan kreatifitasnya. Tentu bukan sekedar latah dan gagah-gagahan dalam menentukan setting alur cerita di dua negara Indonesia dan Maroko. Penulis pastinya memiliki alasan dan latar belakang yang begitu menginspirasinya. Maka tak ayal, sangat membanggakan dalam halaman awal novel ini dilampirkan kata pengantar dari Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja. Dalam pengantarnya beliau menggaris bawahi kelahiran dengan pernyataan,”Novel ini tidak semata hiburan di kala senggang. Novel ini juga mengandung semangat melanjutkan perjuangan para tokoh dan ulama besar Indonesia dan Maroko untuk membangun peradaban dunia.”

Ada satu hal lain yang menjadi nilai lebih dari novel ini. Ketika memasuki tahap finishing, naik cetak pihak penerbit dan penulis belum menemukan konsep design cover novelnya. Beberapa design tawaran para design graphic belum ada yang memenuhi kepuasan Kang Dhani, Indie Publishing untuk secara maksimal memberikan dukungannya untuk novel ini. Secara tak sengaja, beliau pun iseng searching google untuk mencari model untuk cover novel ini. Tak tahu alur ceritanya hingga kemudian bertemu dengan seorang gadis cantik pemenang Muslimah Beauty 2011 pemilik nama Dika Restiyani, yang biasa akrab disapa dengan Resti yang kini baru saja menyelesaikan studi S2-nya di Nanyang Technological University of  Singapore dengan konsentrasi studi International Political Economy. 

Dengan proses yang begitu singkat seusai membaca sinopsis dan isi novel ini, Resti pun sempat terkaget-kaget ketika selesai membacanya. Tokoh Areta dalam novel ini begitu banyak kemiripannya, tidak hanya secara fisik  tetapi sampai pada sifatnya pun begitu menyerupai dirinya. Maka ketika dikonfirmasi ia hanya menjawab,”Ini sih gue banget!” ujarnya spontan kepada Kang Dhani dan Risma. Dan tak disangka pula, penulis dan model cover ini begitu nge-kliknya hingga mereka merasa dipertemukan dalam sebuah keridhoan Allah SWT untuk mewujudkan visi dan misinya yang ternyata juga banyak memiliki kesamaan.

Andaikan saja Dewi Fortuna yang dulu datang tak berpihak sepertinya sebentar lagi akan datang menghampiri penulis dan beserta pihak pendukungnya. Kesuksesan tinggallah soal waktu karena bukan suatu yang mustahil jika karya ini mampu menarik pihak produser film untuk diangkat ke layar lebar. 

Kegigihan dalam segala keterbatasan satu persatu telah dilaluinya dalam proses melahirkan suatu karya. Maka kita patut menyambut dengan rasa kekaguman dan bangga karena jejak langkahnya memberikan isnpirasi bagi banyak orang untuk terus berkarya dengan segala kegigihannya. Dan juga tujuan penulis untuk berharap agar talenta yang diberikan Allah Ta’ala ini kiranya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan menjadi ladang amal hidupnya. Seperti doa yang dipanjatkannya tepat di hari yang paling berbahagia dalam hidupnya karena peluncuran novel ini juga bertepatan dengan hari kelahirannya.

Selamat ulang tahun Teh Ima…Semoga sukses dunia dan akhirat!
Salam untuk Mbak Resti ‘Areta’ ya… ;)

Jakarta, 10 Juni 2012






*Di sadur dari catatan reportase mas Akung Krisna.

6 Jun 2012

Launching Novel Islami "Ouhibouki Areta"

Novel Islami pertama yang mengangkat persahabatan abadi antara Indonesia dan Maroko. Juga terselip kisah cinta ala seorang pujangga asal Cordoba.
 
Cover Novel Ouhibouki Areta
Sebuah imajinasi yang menghadirkan keindahan lewat tulisan-tulisan, betapa indahnya pesona Maroko dalam balutan Masjid Hassan II Cassablanca. Masjid yang sebahagiannya menjorok ke laut, dimana lantainya dapat menembus keindahan laut, atap geser otomatis, sinar laser yang menunjukan arah kiblat menghubungkan Masjidil Haram.

Cahaya malam bak emas, seakan menyaingi indahnya gundukan Gurun Sahara. Keindahan salju di kota Michilleffen, seakan membuka tabir cinta yang sempat tertutup oleh sebuah syariat agama. Indahnya persahabatan Indonesia dan Maroko ikut menghidupi hati Asyam dan Areta yang pada akhirnya menyadari bahwa cinta itu tak dilarang syariatnya. cinta adalah urusan hati, dan hati adalah urusan Illahi.

Sebuah Novel Islami yang tak hanya mengangkat kisah cinta ala pujangga Cordova, tetapi menguak sebuah lentera pendidikan islam yang sudah lama tak terjamah lagi. Setiap sudut-sudut ke-eksotikan negeri matahari terbenam ini, nyatanya telah membuat kisah persahabatan dua negara ini tak pernah terbenam.

Segera launching Novel Islami "Ouhibouki Areta" dari penulis Risma Inoy. Hadiri acara launchingnya pada hari Mingggu, 10 Juni 2012 pukul 14.00-selesai di Bobby D's Restaurant and Bar Kemang, Jalan Kemang Raya no.3-5 Jakarta Selatan.


9 Feb 2012

Petualangan ke Oukeimeden 2012

Wah... sekarang tema status dan foto teman-teman di Facebook semuanya lagi bersalju ria di Maroko.. kalo ga di Michlifen, Ifrane ya di Oukeimeden.. aku juga ga mau ketinggalan donk.

Di saat salju menjadi musibah di Eropa, Salju malah membawa berkah di Maroko... mensyukuri apa adanya.. :)

Memulai perjalan ke Oukeimeden dari Casablanca dengan Kereta Api

Sampai di Gare Marrakech pukul 21.00

Gare de Marrakech di malam hari

Petualangan baru si koboi di tengah gurun salju Oukeimeden

Mengibarkan sang saka merah putih




Gaya si Koboi ???

Add caption

Salju antara Berkah dan Musibah

Kini Salju yang turun benar-benar membawa musibah di benua biru Eropa. Korban tewas akibat cuaca dingin ekstrem di seluruh Eropa hingga Senin (6/2/2012) mencapai 360 orang. Korban terus berjatuhan meski aktivitas warga berangsur-angsur mulai normal di kota-kota utama benua tersebut.

Salju yang semakin tebal menimbun kawasan pedesaan Catelu, di tenggara Bucharest.
Di Brussels, suhu udara sempat mencapai minus 12 derajat celsius, Jumat malam, dan salju turun sepanjang malam yang membuat jalan-jalan tertutup lapisan es dan salju. Perjalanan kereta api antarnegara dari Belgia ke Belanda juga sempat dibatalkan akibat gangguan listrik dan jalur kereta api.

Bahkan, di kawasan Friesland di bagian utara Belanda, suhu sempat mencapai minus 23 derajat celsius. Tempat paling dingin pada Rabu malam tercatat wilayah Kvilda di Ceko di mana suhu anjlok ke minus 39,4 derajat. Layanan Cuaca PBB mengatakan, suhu akan tetap rendah sampai bulan depan.

Salju juga terus turun di Italia utara. Suhu turun hingga minus 25 derajat di tepi Danau Garda di Italia utara.

Tidak jauh seperti Eropa, negeri Sakura Jepang pun mengalami hal yang sama dalam menghadapi cuaca dingin ekstrim yang melanda negara itu.

Namun, Tidak seperti diatas, Salju di Maroko benar-benar membawa berkah, dimana dua tempat utama yang turun salju selalu diburu oleh wisatawan lokal Maroko maupun wisatawan asing.

Tempat wisata di Maroko pada musim dingin yang acapkali dikunjungi oleh wisatawan yang Pertama, Oukaimeden. Sebuah daerah pegunungan yang terletak di pegunungan atlas sekitar 80 km dari kota Marakech.

Michlifen, Ifrane
Kedua, Ifrane. Kota kecil yang baru dibangun tahun 1930 M. Orang-orang Maroko menyebutnya sebagai Swiss-nya Maroko, karena arsitektur perumahannya seperti rumah-rumah di Eropa.

Masing-masing dari kedua tempat wisata tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Sesuatu yang tidak ditemukan di Ifrane adalah kereta gantung. Kereta ini hanya didapatkan di Oukaimeden. Jadi, pelancong yang ingin merasakan naik kereta gantung di atas hamparan salju dipersilahkan memilih Oukaimeden.

Sedangkan bagi turis yang ingin menikmati keindahan kota-kota layaknya di Eropa dianjurkan memilih kota Ifrane. Sebuah kota kecil yang tenang nan cantik dilengkapi dengan pepohonan ala Eropa dan taman-taman yang bersahaja. Inilah yang tidak dimiliki oleh Oukaimeden. Oukaimeden hanya pegunungan yang bersalju dan sedikit perumahan khas maroko (flat) layaknya rumah-rumah kebanyakan di negara-negara Arab.

Ketika wisatawan di musim dingin mengunjungi kota Ifrane disayangkan jika tidak mampir ke daerah Michlifen dan hutan Cedres. Kedua tempat itu terletak tidak jauh dari kota Ifrane. Tepatnya 8 km di selatan Ifrane.

Di kedua tempat tadi pelancong di musim dingin dimanjakan dengan lautan salju dan pohon-pohon cemara yang berselimut putihnya salju. Mereka juga bisa berselancar-ria di kaki bukit-bukit salju. 

Masih banyak daerah bersalju di Maroko ketika musim dingin tiba. Seperti daerah pegunungan Atlas dan dataran-dataran tinggi lainnya. Biasanya salju mulai turun di awal bulan Januari dan pertengahan Februari.

16 Jan 2012

Ketika Imam As-Sudais Berkata : "Istawuu..."


Seorang Da'i menampilkan sebuah pemandangan di Masjidil Haram, Mekah kepada pria amerika. Sebuah pemandangan yang terjadi disekitar Ka'bah, Masjidil Haram, Mekah sebelum melaksankan Shalat Wajib.

Lalu Da'i itu pun bertanya pria amerika : Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk ini, untuk mengorganisir menjadi barisan-barisan yang lurus dan rapat menurut pendapat Anda??!

Ia mengatakan, dua sampai tiga jam

Da'i itupun berkata kepadanya: Di Masjidil Haram terdapat empat penjuru dari ampat arah ?!

Ia mengatakan: Jadi 12 jam!

Da'i berkata : Mereka memiliki bahasa yang berbeda-beda !!

Pria amerika berkata: Mereka tidak bisa memahaminya!
___________________

* Kemudian * waktu Shalat pun tiba

Sheikh As-Sudais Maju kedepan dan berkata: "Istawuu..."

Kemudian semua orang berdiri di barisan yang teratur hanya dalam dua menit, tidak lebih

Betapa besar agama kita, agama yang mempunyai sistem.
___________________

رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبياً ورسولاً


14 Jan 2012

Kebun Binatang Baru di Rabat, Habitat yang Alami

Sabtu, 14 Januari, 2012

Sebuah tempat wisata kebun binatang baru di Rabat, secara resmi telah dibuka untuk umum Sabtu, 14 Januari. 

Kebun binatang ini memberikan pemandangan yang berbeda dengan menyajikan hewan yang hidup dalam habitat aslinya yang telah disesuaikan dengan sifat iklim sub-benua, untuk memanjakan pengunjung  seolah berada di alam dan satwa liar.

Kebun binatang ini dibangun di atas lahan seluas  50 hektar berdekatan dengan daerah hijau di Rabat. Di pintu masuk utama terdapat patung singa dari Atlas, di samping jalan masuk terdapat frame yang meniru Pegunungan Atlas, kemudian disajikan Singa atlas, domba Barbary, monyet (babon).

Kebun binatang ini merupakan tempat untuk hewan Afrika yang telah disiapkan dengan empat tempat, Seperti Savana yang mana didalamnya terdapat hewan Cheetah, jerapah, badak putih, rusa, burung unta, babun. kemudian tempat rawa-rawa, yang mencakup hewan kerbau Afrika, burung air, buaya, bagian hutan tropis meliputi monyet, dan berbagai jenis burung besar, babi, dan simpanse), dan padang pasir yang menggambarkan alam yang kering, pasir alam dan batu, alam yang mengalami kekeringan dan gersang didalamnya terdapat rusa, kijang, burung unta, kadal padang pasir, dan macan tutul).

Taman Nasional ini telah dirancang untuk membuat pengunjung menikmati kehidupan alam dan satwa liar, dan bergerak dengan bebas dari satu tempat ke tempat lain untuk lebih dekat melihat dan mengamati beberapa hewan, seperti buaya, singa, kuda nil dan lainnya.

Ekosistem yang ada di kebun binatang yang baru dikelola dengan menciptakan kondisi hidup yang sama asal hewan, yaitu, di pedalaman alam dan satwa liar.

Kebanyakan hewan-hewan yang dipilih berasal dari Afrika-Amerika pada umumnya dan sebagian asli dari Maroko.

Maroko telah membangunnya dalam rangka untuk mengembangkan dan menarik ekologi bagi semuanya guna membantu dimensi budaya dan meningkatkan kesadaran lingkungan dan pendidikan.

Di kebun ini juga tersedia beberapa ruang yang memungkinkan pengunjung untuk melihat satwa dalam habitat mereka bergerak bebas dengan memperhatikan kondisi keselamatan dan keamanan.

Harga tiket untuk mengunjungi kebun binatang tersebut sebesar 50 dirham per orang/dewasa dan 30 dirham untuk anak-anak, dan gratis untuk balita usia dibawah empat tahun, dan akan ada diskon  pada waktu-waktu tertentu ( setelah jam 3 sore sampai 5.30 sore) di setiap hari dalam seminggu kecuali Jumat, Sabtu dan Minggu.

Kebun binatang ini dibangun sesuai dengan arsitektur modern dan fasilitas yang meliputi toko-toko, restoran dan tempat istirahat bagi pengunjung, juga termasuk sebuah danau buatan, peternakan dan pusat informasi pedagogi dengan konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan semua sarana hiburan dan penelitian.














7 Jan 2012

Peran Ibu Dalam Sejarah Islam


Islam sebagai agama mulia, menempatkan posisi wanita sebagai madrasah utama dalam pendidikan di rumah. Ibu, mendapat posisi penting sebagai guru besar pendidikan pertama anaknya, bukan kakek dari anaknya, nenek dari anaknya, bahkan ayah dari anaknya sendiri tapi seorang ibu. Orang pertama yang menyiapkan generasi rabbani.

Islam menurunkan hikmah dan ibrah tentang dominasi peran ibu di dalam rumah, perintah menghargai ibu lebih pertama dititahkan oleh Allah ketimbang ayah. Dalam surah Al Ahqaf ayat 15, Allah ta'ala berfirman,

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri".

Jika seorang ibu yang solehah bisa mengasuh 5 anak muslim di keluarganya untuk tumbuh menjadi generasi pembangun agama. Kita bisa hitung berapa banyak generasi emas umat islam yang bisa dihasilkan dari 800 juta perempuan muslim saat ini?

Perihal peran wanita dalam menyiapkan generasi emas Islam, Muhammad Quthb, seorang ulama Mesir yang concern terhadap pendidikan Islam sekaligus pemikir ulung abad 20, dalam bukunya "Ma’rakah At Taqalid" pun menulis,

 “Islam memperhatikan pria dan wanita karena mereka akan menjadi ibu-bapak produk baru. Tetapi Islam lebih memperhatikan wanita, karena wanitalah pembangun hakiki dari generasi. Sedangkan ayah baru menyusul kemudian. Mungkin ayah yang akan mendidik tapi itu nanti sesudah peranan sang ibu. Itulah sebabnya Islam mengusahakan terjaminnya belanja hidup sang ibu, agar ia tidak usah bekerja di luar rumah.”

Kemudian dilanjutkan oleh Muhammad Quthb, dalam sebuah ceramahnya puluhan tahun silam mengatakan,

“Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.”

Peran ibu dalam sejarah islam
Maka itu dalam sejarah Islam, kita melihat bagaimana peran ibu memiliki porsi terbesar dibalik tumbuh kembangnya seorang anak menjadi ulama kelas dunia.

Imam Syafi’i  dan ibunya bernama Fatimah binti Abdullah misalnya, Imam Syafi'i terlahir dalam keadaan yatim, ayahnya meninggal dunia pada saat ia masih dalam kandungan. Ia dibesarkan oleh ibunda yang sangat berhati-hati dalam menjaga diri dari dosa. Ibunda Imam Syafi'i adalah seorang wanita yang sangat wara', yang sangat berhati-hati untuk tidak mendekati hal-hal syubhat sekalipun. Berkat kesucian dirinya yang sangat terjaga, Allah pun banyak mengabulkan doa dan harapan sang ibu. Salah satunya adalah do'anya yang tak pernah putus agar putranya menjadi ahli agama.

Imam Syafi'I dibesarkan oleh seorang ibu yang begitu sabar. Ketiadaan suami tidak membuat Ibunda Imam Syafi’i menyerah pada keadaan dan melupakan hak seorang anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik dalam bidang agama.

Kemiskinan pun tidak lantas membuatnya sungkan “melobi” seorang guru di al-kuttab (Sekolah Mengahafal Qur’an) untuk curhat bahwa dirinya tidak memiliki biaya bagi sekolah Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i lantas betul-betul memanfaatkan momen belajar yang telah dibuka oleh ketegaran seorang ibu. Bayangkan, Imam Syafi’i sudah hafal Qur’an sejak kecil dan di umur 15 tahun telah diizinkan untuk mengeluarkan fatwa. Subhanallah. Tanpa kehadiran seorang ibu, mungkin saat ini kita hanya mengenal nama Imam Syafi’i sebagai orang biasa, bukan ulama besar fiqh yang kini menjadi Imam Madzhab.

Tak jauh dengan Imam Syafi'i, muridnya yang bernama Imam Ahmad bin Hanbal tumbuh dewasa sebagai seorang anak yatim, tiga tahun setelah kelahirannya, ayahnya, Muhammad bin Hanbal, wafat. Sejak saat itu, Ahmad bin Hanbal dibesarkan oleh Ibunya, Shafiyyah binti Maimunah binti ‘Abdul Malik asy-Syaibaniy. Ibunya berperan penuh dalam mendidik dan membesarkan beliau. Untungnya, sang ayah meninggalkan untuk mereka dua buah rumah di kota Baghdad. Yang sebuah mereka tempati sendiri, sedangkan yang sebuah lagi mereka sewakan dengan harga yang sangat murah.

Meskipun hidup dalam keadaan yatim dan dalam lingkungan keluarga yang miskin, namun berkat bimbingan ibunya yang shalihah, sejak kecil Imam Ahmad telah memulai riwayat pendidikannya. Dalam suasana serba kekurangan, beliau gigih menuntut ilmu, sehingga dalam usia 14 tahun beliau telah menghafal Al-Qur’an keseluruhannya. Karena kecintaannya yang mendalam terhadap ilmu, beliau memulai safari ilmiahnya sejak berusia 16 tahun. Beliau pergi ke Makkkah, Madinah, Syam, Yaman, Basrah dan negara-negara lain untuk mengumpulkan hadits-hadits Nabi..

Sang ibu banyak membimbing dan memberi beliau dorongan semangat. Tidak lupa dia mengingatkan beliau agar tetap memperhatikan keadaan diri sendiri, terutama dalam masalah kesehatan. Tentang hal itu beliau pernah bercerita, “Terkadang aku ingin segera pergi pagi-pagi sekali mengambil (periwayatan) hadits, tetapi Ibu segera mengambil pakaianku dan berkata, ‘Bersabarlah dulu. Tunggu sampai adzan berkumandang atau setelah orang-orang selesai shalat subuh.’”

Selain Ibu dari kedua imam besar tersebut, kisah Imam Bukhari sebagai imam besar dibidang hadist bersama ibunya pun patut dicontoh.

Di masa kecilnya, Imam Bukhari menderita penyakit buta mata, sehingga ia tak dapat menikmati kegembiraan seperti layaknya anak lain. Ibunya sangat sedih akan nasib anaknya tersebut, namun tak pernah lelah berharap kepada Allah Subhanaahu wa ta'ala agar bisa lulus dari ujian penyakit itu. Setiap malam sang Ibu rajin melaksanakan shalat tahajjud, dengan permohonan khusus tak henti-hentinya agar Allah menyembuhkan penyakit Bukhari kecil. Berkat kesabarannya berdoa dan keyakinannya yang kuat akan bantuan Allah, akhirnya Allah pun mengabulkan permohonannya dan memberikan kesembuhan sehingga Bukhari bisa melihat kembali. Kesembuhan yang kelak mengantarnya menjadi perawi hadits terpercaya.

Para ulama dan imam besar, umumnya mampu menghafal al-Qur'an di usia sangat belia. Keberhasilan seperti ini tak akan mungkin tercapai tanpa peran orang tua yang serius mendidik mereka sedari dini, khususnya ibu yang sangat dekat dengan anak-anaknya.

Sayyid Quthb pun demikian. Ketika ditanya tentang masa kecilnya, Ulama Mesir itu hanya bisa berujar, “Setiap aku bermain, tidak ada suara yang kudengar selain tilawah Qur’an yang dibawa oleh ibuku”. Ibu seperti itulah yang melahirkan generasi penghafal qur’an dan generasi berperadaban, baik Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Aminah Quthb, Hamidah Quthb.

Konsep Ibu yang paralel dengan pembinaan generasi berperadaban inilah yang tidak kita temui dalam agama-agama lainnya, seperti Yahudi maupun Kristen. Mereka memang berbicara tentang perempuan, tapi bukan perempuan yang melahirkan peradaban. Sedangkan Islam mengajarkan dan menempatkan perempuan sebagai seorang ibu mulia yang melahirkan generasi emas pembangun peradaban.

* Di tulis dalam rangka mengisi kolom di buletin Sayyidul Ayyam edisi VI terbitan PPI Maroko.

28 Des 2011

Marrakech, Tempat Berlibur Selebriti Dunia

Seperti diberitakan situs alarabiya.net bahwa kota Marrakesh, Maroko kini berubah menjadi tempat liburan bagi artis dunia selama waktu liburan akhir tahun dan untuk menghabiskan waktu akhir pekan.

Dalam artikel yang diterbitkan hari jumat, 23 Desember 2011, mengatakan bahwa para wisatawan di "kota merah" sebutan lain dari Marrakech selama waktu liburan akhir tahun diantaranya tokoh politik, budayawan, seniman dan olahragawan dari Barat dan Timur, telah memilih kota Marakesh, sebagai tujuan untuk liburan akhir tahun.

Banyaknya pengunjung wisatawan asing di Marrakech ini bisa diketahui dari banyaknya pesawat (Jet) swasta  asing yang mendarat di Menara International Airport, Marrakech yang dipakai selebriti dunia ke tempat tujuan pilihan mereka.

Abdel Latif Abu Risha, yang bertanggung jawab sebagai Dewan Komunikasi Pariwisata Daerah, bahwa masuknya sekelompok selebriti dan tokoh-tokoh internasional di kota merah, bukan merupakan fenomena baru, tetapi sudah dimulai sejak tahun 1997, yang merupakan hasil dari pancaran "pariwisata, daya tarik alam, perkotaan dan kesederhanaan serta keramah-tamahan orang-orangnya, di samping struktur pariwisata, infrastruktur yang ditingkatkan tahun ini dengan tujuh hotel baru standar pariwisata internasional. "

Dia menunjukkan bahwa proyek-proyek yang diperbarui untuk tahun 2011, memberikan kontribusi yang penting  dengan meningkatkan kapasitas hotel yang disediakan oleh sekitar 700 Rumah sewa dan 140 hotel.

Dewan Pariwisata Daerah  mengatakan bahwa jumlah pendatang ke kota Marrakech, di liburan akhir Tahun Baru, sekitar 1.000. 600 pengunjung.

Dikutip dari situs "Elaph" website bahwa bintang tim Barcelona dan Real Madrid datang ke Maroko untuk mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2011, diharapkan menjadikan kota Marakesh, yang mulai persiapan sejak awal, meningkatkan standar pengaturan keamanan untuk tamu besar dari selebriti dunia, sementara itu Hotel-hotel telah menyediakan semua kebutuhan pengunjung, dan menyiapkan malam artistik seni khusus untuk pengunjung.

Di antara bintang sepakbola paling menonjol di liga Spanyol, yang diharapkan untuk menghadiri ke "kota merah", Karim Benzema (Real Madrid), Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez Chris, yang dikenal sebagai Xavi, (Barcelona), dan Perancis pemain Thierry Henry, Nicolas Anelka.

Termasuk daftar tamu istimewa dari Perancis  keturunan Slovakia, Adriana Krmbo (Duta Besar Kecantikan dari Palang Merah), dan mantan presiden Bank Dunia, Dominique Strauss-Kahn dan istrinya, dan mantan presiden Perancis , Jacques Chirac dan istrinya.

Sedangkan Carla Bruni-Sarkozy, istri Presiden Prancis, ditemani oleh putrinya Julia, sejak Sabtu lalu, telah berkunjung khusus ke ibu kota wisata Maroko ini. Hal ini diharapkan akan diikuti oleh Nicolas Sarkozy, pada hari-hari ke depan, untuk melanjutkan dengan liburan akhir tahun bersama-sama.

Hal yang sama juga telah diikuti oleh Putri Christina Raja Spanyol, Juan Carlos, bahwa yang telah berhari-hari berada di kota Marakesh.
 
Terjemah bebas dari : http://hespress.com/

21 Des 2011

Masjid Indonesia di Kenitra, Bagian Sejarah yang Terpinggirkan

Masjid Indonesia, di Kenitra
Indonesia, Sebuah negara besar yang berada di bagian tenggara benua asia ternyata telah memiliki pengaruh yang luar biasa terutama sejak zaman awal kemerdekaan.

Gare de Kenitra, sebagai pintu masuk utama
Jauh berada di benua asia sebelah ujung tenggara, nama Indonesia telah banyak di abadikan di negara-negara yang telah ikut kagum dengan semangat kemerdekaan. Salah-satunya Maroko, sebuah negara kerajaan yang berada di ujung barat afrika utara, telah mengukirkan nama Indonesia sebagai nama salah satu masjid di kota Kenitra, kota kecil 40 Km utara Ibu kota Rabat, Maroko.

Hingga saat ini, Masjid Indonesia di Kenitra masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah kaum muslimin.

Tidak banyak yang tahu dari orang indonesia yang berkunjung ke Maroko bahkan warga Indonesia yang berdomisili di Maroko pun belum tentu tahu tentang keberadaan masjid Indonesia ini dan berkunjung ke tempatnya langsung. Mereka lebih akrab dan lebih tahu tentang Rue Soekarno (Jalan Sukarno) di Kota Rabat, Jalan Jakarta dan Jalan Bandung di Kota Casablanca.

Menara Masjid Indonesia
Padahal penamaan masjid ini pun tidak terlepas dengan penamaan nama-nama jalan sebagaimana disebut diatas dan pembebasan visa bagi warga Indonesia sebagai hadiah dari Raja Mohammed V kepada Presiden pertama Indonesia Ir. Sokerno dalam kunjungan pertamanya ke Maroko, 2 Mei 1960 yang merupakan kunjungan pemimpin  dunia pertama yang berkunjung ke Maroko setelah meraih kemerdekaan dari penjajahan Perancis .

Masjid Indonesia yang didirikan pada tahun 1348 Hijriah, terletak pada tempat yang strategis, dekat dengan medina (kota lama) dan dengan pusat belanja pasar tua Khoubazat. 

Masjid yang terletak di samping souk houriya, kawasan biranzaran kota Kenitra ini hingga saat ini masih menjadi salah satu pusat pengajaran dan  pemberantasan buta huruf, dan pengajian singkat setelah shalat maghrib.

Contoh bangunan masjid Maroko, Masjid tua Koutoubia
Jika dilihat dari jenis dan bentuk bangunan, masjid Indonesia berbeda dengan masjid-masjid di Maroko umumnya. Pernah ada dari orang maroko bercerita bahwa beberapa arsitek yang ikut membangun didatangkan dari Indonesia. Begitupun dengan menara masjid agak sedikit berbeda, kalau menara masjid maroko umumnya berbentuk balok yang tinggi, sedangankan menara masjid Indonesia berbukntuk segi empat yang diatas lebih kecil di banding bagian bawah menara. Ukiran dan bentuk tembok di luar dinilai orang Maroko sangat aneh, karena berupa tupukan batu yang disusun, berbeda dengan masjid lain di Maroko.

Namun saat ini, tidak banyak yang tahu kisah dan sejarah dari pembangunan masjid ini kecuali orang maroko yang sudah berumur tua. dan Kita sebagai Warga Indonesia di Maroko diharapakan mampu mejaga hubungan baik yang telah dibangun melalui sejarah yang panjang.
Photo: Ketua PPI Maroko saat berkunjung ke Masjid Indonesia

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes