25 Jan 2009

Pandangan Islam Terhadap Hijab


Ada satu hal yang harus diperhatikan dalam islam, bahwa islam membatasi dalam kelezatan materi, sedangkan dalam masalah kelezatan dan kesempurnaan spiritual tidak seperti itu. Tidak hanya dalam hal busana, tetapi dalam semua hal islam tidak mengenal “sesuatu yang tanpa batas”, fungsi minimal hijab adalah tidak mengizinkan kepada pihak lain untuk menikmati tubuh dirinya secara tidak sah dan ini akan membuat manusia selalu mencari kelezatan rasionalis.


Mari kita lihat negara-negara eropa yang tidak memiliki hijab dan lebih buka-bukaan, disana kelezatan seks tidak memiliki arti. Pada akhirnya timbullah kelompok homoseks atau lesbi dan ini di karenakan adanya overdosis dalam masalah seks. Karena bosan dengan dengan lawan jenis, akhirnya mencoba dengan sesama jenis, inilah ciri khas kelezatan materi yang tidak akan pernah terpuaskan dan selalu menginginkan variasi, begitu juga maslah seksual. Jika anda telah merasakan sampai puncaknya maka anda akan menginginkan model dan bentuk yang lainnya, misalnya saja sekarang anda makan sejenis makanan, besok anda makan lagi, besoknya lagi…. Sampai seminggu anda nanti tidak akan sanggup lagi memakannya, karena selera materi itu memang menuntut variasi, begitu juga selera seksual, ketika anda secara gila-gilaan memenuhinya maka ia tidak akan terpuaskan lagi dengan cara yang ada.

Islam tidak hanya memiliki hijab tetapi dalam islam ada sebuah pohon iffah yang salah satu cabangnya adalah hijab. Ada juga cabang yang lain seperti menjaga pandangan mata, hubungan antara pria dan wanita, ikhtilath antara pria dan wanita serta cabang-cabang yang lainya. Ada cabang yang khusus membahas hubungan antara pria dan wanita dari sisi ahkam dan akhlak, sehingga dalam masalah insting, mereka selalu dalam jalur yang seimbang. Sekarang anda lihat berbagai media informasi menyajikan masalah seksual sehingga saat ini cara-cara alami hubungan seksual tidak lagi memuaskan masyarakat umum. Coba anda bayangkan jika didunia tidak ada pornografi, tidak ada media informasi yang demikian, tidak ada pornoaksi dalam internet, maka masyarakat akan menjalani kehidupannya dengan alami, kondisi yang ada sekarang ini membuat masyarakat terpaksa menghancurkan batas keseimbangannya dalam masalah seksual. Ini menunjukan bahawa kebijaksanaan islam secara umum dalam masalah iffah merupakan pengontrol yang sangat baik dan memberikan kenyamanan kepada manusia.*



*dinukil dari fathimiah, jurnal kajian perempuan islam, vol. II, nomor 2, 2007

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah meninggalkan tilasan disini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes