10 Agu 2012

Malam Kedua Puluh Satu, Hassan II Berselimut Kabut

Casablanca, 21 Ramadhan 1433 H.
Masjid Hassan II adalah salah satu masjid terbesar di dunia dan menjadi salah satu ikon terbesar kota Casablanca, Maroko. 

Memasuki malam ke dua puluh satu bulan ramadhan atau malam pertama di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, masjid Hassan II di selimuti kabut tebal, hampir separuh menara masjid tertutup kabut.

Ujung menara Masjid Hassan II tertutup kabut
Menara masjid yang mempunyai ketinggian 210 meter (689 kaki) terlihat menyala di malam hari dan merupakan menara masjid tertinggi di dunia. Dari atas menara terlihat sinar laser hijau ke arah kiblat dan menghubungkannya ke baitullah di Mekkah.

Malam ganjil pertama di sepuluh terakhir ramadhan ini terasa sejuk berselimut kabut dan berhembusan angin dari samudra atlantik.

Pada malam ini, jamaah tarawih di Masjid Hassan II semakin meluap ke pelataran masjid, jemaah berbondong ikut menjalankan shalat tarawih berjamaah, dengan harapan bisa mendapat ridlo Alloh ta'ala dan mendapatkan malam lailatul qadr.

Sabda Rasulullah saw :“Tunggulah dan temuilah Lailatul Qadr pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir dibulan ramadhan” (Shahih Bukhari).

Rasulullah saw bersabda, (yang artinya), “Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).

Masjid Hassan II dibangun di tanah reklamasi, hampir setengah dari permukaan masjid terletak di atas air laut Atlantik. Hal ini terinspirasi oleh ayat Alquran yang menyatakan "Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya." (Q.S. Hud: 7).

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah meninggalkan tilasan disini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes