20 Agu 2012

Lima Kali Lebaran Dalam Penantian Di Maroko

Bersama Bpk. Dubes RI
Hari raya idul fitri 1433 H/ 2012 adalah lebaran yang ke lima bagiku jauh dari kampung halaman dan keluarga. Berbagai rasa bercampur-aduk menjadi satu antara doa, harapan dan perasaan.

Sejak tiba di bandara Mohammed V Casablanca, Maroko pada 26 Januaru 2008, ku belum pernah kembali ke tanah kelahiran. Tekad yang kuat dan doa dari keluarga terus memotivasi dan menambah kekuatan untuk menuntut ilmu.

Pada tahun pertama, ku mendapat kesempatan belajar di Universitas Ibn Tofail, Kenitra hingga selesai dan berhak menadpatkan Syahadah DEUG (Diplôme d'études universitaires générales) pada jurusan studi Islam. Kemudian pada tahun ketiga, ku meneruskan di Universitas Hassan II, Casablanca, dan mendapatkan gelar Licence (Lc,) atau S1.

Alhamdulillah dari tahun ke tahun terus bisa terlewati walau harus berjauhan dengan keluarga tercinta. Setiap kali lebaran tiba, rasa rindu terus bergelora. Hanya suara orang tua yang mampu mengobati rasa kangen itu walau hanya melalui sambungan telepon dalam beberapa menit.

Khutbah Idul Fitri di Wisma Duta
Ditambah lagi suasana kekeluargaan yang di galang oleh KBRI dan warga indonesia di maroko mengobati rindu kampung halaman.

Memang sangat berbeda suasana lebaran di kampung halaman dengan Maroko yang notabennya termasuk negara arab walau berada di ujung benua afrika. dimalam hari raya tidak terdengar suara takbir atau di masjid, atau tulisan-tulisan baliho menyambut lebaran, semua berjalan seperti malam-malam biasa. Berbeda dengan malam-malam Ramadan yang berlangsung ramai dari masjid ke masjid di awal malam hingga akhir tengah malam.

Malam lebaran begitu sepi, namun dibalik kesepian itu, masih terlihat usaha untuk meramaikan suasana malam lebaran dengan melakukan takbir yang di lakukan mahasiswa  dan warga indonesia bertempat di gedung serbaguna KBRI Rabat. Suara takbir membesarkan asma Alloh SWT diiringi tabuh rebana menyemarakan hari kemenangan mengobati rindu lebaran di kampung halaman.

Pagi hari matahari masih malu-malu menampakan diri, sayup-sayup sisa malam masih terasa. Kembali saya dan teman-teman dari mahasiswa/i segera bersiap ikut mobil jemputan dari KBRI menuju tempat pelaksanaan salat 'Id di Wisma Duta, tempat kediaman bapak Dubes.

Satu persatu warga indonesia berdatangan meramaikan tempat mengobati rindu keluarga dengan teman-teman dan warga indonesia.

Bersalam-salaman dengan sesama WNI di Maroko
Selesai rangkaian salat dan khutbah Id elfitr, kami pun bersalam-salaman, berpelukan dengan berucap "Mohon Maaf Lahir Batin" 

 3aouachir Mabrouka

 Semoga tahun depan bisa berlebaran bersama bapak lan biyung serta saudara2 di rumah.

Yang merindukan 

Burhan Ali (Hanzy elhilaly)

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah meninggalkan tilasan disini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes