24 Sep 2011

Pesan Mbah Mun

Ulama kharismatik KH Maimun Zubair, pengasuh Pon-Pes Al-Anwar Sarang Rembang, yang telah berkunjung ke negeri zawiyah Maroko selama 5 hari, memberi kesan tersendiri bagi kami mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Maroko .

Di usianya yang sudah senja, memasuki umur 83 tahun, Mbah Mun, sapaan akrab dikalangan santrinya, masih tetap semangat menapaki setiap langkahnya menuju tempat persinggahan untuk memberikan pencerahan. Kami pun merasa sangat senang dengan pencerahan dan tausiah Mbah Mun lewat setiap kalimat yang sangat menggugah dan diplomatis.

Mbah Mun memberikan inspirasi dan dorongan bagi kami yang masih muda dalam menuntut ilmu untuk terus berupaya dan menambah daya gedor semangat jihad tholabul 'ilm, memboyong ilmu peradaban islam yang ada untuk membangun negara menjadi negara yang maju dan modern tidak hanya dalam bentuk fisik tapi juga dalam pemikiran dan lainnya.

Dalam waktu  yang singkat dan usianya yang sepuh, Mbah Mun berkeliling dari satu tempat ke tempat  yang lain. dan setiap tempat yang disinggahi adalah tempat yang penuh berkah. Pertama kali tiba di Bandara Mohammed V Casablanca, beliau langsung ke Rabat Ibu kota kerajaan Maroko. Di kota ini beliau mengisi ceramah tentang Pengembangan Bahasa Arab di Pusat Perlindungan Bhs. Arab Maroko.
Kampus Universitas Ibn Tofail Kenitra, 40 km utara Rabat, menjadi tempat yang tak luput dari persinggahannya. menyampaikan ceramah tentang "Perkembangan dan Kemajuan Islam di Indonesia" dihadapan Civitas  Academica Universitas Ibn Tofail, Pelajar Indonesia dan Pelajar Maroko.

Berturut-turut kota Fes dan Tanger juga menjadi tempat persinggahan. di dua kota ini Mbah Mun mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang merupakan tempat dimana 'islam bisa berkembang dan bertahan hingga sekarang ini.
Setelah serangkaian acara dan kunjungan yang dilakukan, kembali ke Rabat untuk membuka Diskusi yang bertemakan "Membangun Jembatan Peradaban Negara-Negara Islam" yang sejak awal digagas oleh Duta Besar RI H. Tosari Widjaja.

Dalam diskusi yang sangat menarik ini, bertempat di kediaman bapak Dubes di Wisma Duta, Mbah Maimun dan diikuti oleh Ulama-ulama Maroko serta dihadiri oleh Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko serta Masyarakat Indonesia di Maroko.
Setelah Acara Diskusi, Mbah Mun beramah tamah dengan para Mahasiswa, satu-persatu mencium tangan Mbah Mun sebagai bentuk takdzim kepada guru sekaligus ulama besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Penulis merasakan getaran dan kharismatik melalui tangan beliau yang diulurkan. sebuah perasaan yang sangat damai dan lega bisa bertemu dan beranah tamah dengan ulama kharismatik untuk mengambil hikmah, khibroh dan mau'idzoh dari beliau.

Sebelum Mbah Mun hendak masuk untuk istirahat, beliau berpesan untuk segenap Mahasiswa Indonesia, "Teruslah menuntut ilmu, selagi kesempatan masih ada, karena masa depan bangsa ada ditangan kalian. setelah berpesan, beliau sempat mendoakan para Mahasiswa agar sukses dalam menuntut ilmu".

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah meninggalkan tilasan disini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes