16 Des 2011

Kehidupan Dunia Hanyalah Perumpaan

"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".(QS. Al Kahfi :45)
Dalam ayat ini, Allah SWT memberikan gambaran bagi kehidupan dunia pada umumnya, Allah SWT mengumpamakan suasana kehidupan dalam dunia ini beserta segala keindahan, dan kemegahan yang ada padanya kemudian berangsur-angsur kemegahan itu lenyap. Sama halnya dengan suasana tumbuh-tumbuhan yang menghijau, berbunga menjadi berbuah, kemudian berangsur-angsur kehijauan itu berubah menjadi kering akhirnya lenyap dihembus angin.
Semua yang ada di atas bumi ini tentulah menempuh suatu proses perubahan dan lahir, tumbuh, dan lenyap. Maka oleh karena itu manusia yang menjadi penghuni bumi ini janganlah tertipu oleh kemegahan dunia ini, mereka yang mempunyai kekayaan yang besar janganlah membangga-banggakan hartanya dan jangan pula merendahkan orang lain yang tak punya harta benda. Sesungguhnya harta benda itu cepat atau lambat akan lenyap. Tuhan Yang Maha Sempurna lagi Maha Mulia, Dialah Yang Menciptakan segala benda dan memeliharanya, menumbuhkannya, melenyapkannya lalu mengembalikan lagi lahir ke bumi. Dialah Yang Maha Kuasa, yang menetapkan hukum perubahan-perubahan itu.
Dalam Alquran banyak yang memisalkan kehidupan duniawi ini dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan, antara lain firman Allah SWT: Artinya:
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". (Q.S. Al Hadid: 20)
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."(QS. Al Kahfi :46)
Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan apa yang menjadi kebanggaan manusia dalam dunia ini. Harta benda dan anak-anak disebutkan dalam ayat ini, karena manusia sangat memperhatikannya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada seseorang yang memilikinya. Seperti halnya Uyainah pemuka Quraisy yang kaya itu atau Qurtus orang Israel itu, mempunyai kedudukan mulia di tengah-tengah kaumnya, karena kekayaan dan anak buahnya yang banyak. Dalam pada itu karena keduanya itu pulalah orang merasa takabur dan merendahkan orang lain.
Tuhan menegaskan bahwa harta dan anak itu hanyalah perhiasan hidup duniawi, bukan perhiasan dan bekal untuk ukhrawi. Padahal manusia sudah menginsafi bahwa keduanya itu segera akan binasa dan tidak patut dijadikan bahan kesombongan. Harta dalam urutan ayat ini didahulukan dari anak, padahal anak itu lebih dekat ke hati manusia, karena harta itu sebagai perhiasan lebih sempurna dari anak. Harta dapat menolong orang tua dan anak setiap waktu dan dengan harta itu pula kelangsungan hidup keturunan dapat terjamin. Kebutuhan manusia terhadap harta lebih besar dari kebutuhannya terhadap anak, tidak sebaliknya. Karena itu orang yang punya anak banyak, tapi tak punya harta, biasanya hidup melarat dan sengsara.
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa hal yang patut dibanggakan ialah amal kebaikan yang buahnya dirasakan oleh manusia sepanjang zaman sampai akhirat, seperti amal ibadah salat, puasa, zakat, jihad di jalan Allah serta amal ibadah sosial seperti membangun sekolah, rumah yatim, rumah-rumah orang-orang jompo dan lain sebagainya. Amal kebaikan ini Lebih baik pahalanya di sisi Allah daripada harta dan anak-anak yang jauh dari petunjuk Allah SWT, dan amal kebaikan itu tentulah lebih banyak memenuhi harapan kepada ahlinya di hari akhirat.

Menjadi Generasi Tiada Hari Tanpa Qur'an

Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran".
Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilanya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257(.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'' (Ali 'Imran: 190-191(.
Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"
"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24(.
"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.".(Al-Israa':82(.
"Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat".(QS. 7:204(.
Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
Dari Abu Umamah ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya." (Riwayat Muslim)
Dari Nawwas bin Sam'an ra. telah berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Di hari Akhirat kelak akan didatangkan Al Qur'an dan orang yang membaca dan mengamalkannya, didahului dengan surat Al Baqarah dan Surah Ali 'Imran, kedua-duanya menjadi hujjah (pembela) orang yang membaca dan mengamalkannya."(Riwayat Muslim)
Dari Usman bin 'Affan ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."(Riwayat Bukhari)
Dari Aisyah ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata karena susah, akan mendapat dua pahala." (Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Abu Musa Al Asy'ari ra. telah berkata: Rasulullah saw.bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an seperti buah Utrujjah (sejenis limau), baunya harum dan rasanya sedap. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an seperti Raihanah (jenis tumbuhan), baunya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah hanzhal (seperti buah pare), tidak berbau dan rasanya pahit. (Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Umar bin al Khatthab ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an." (Riwayat Muslim)
Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi Muhammad saw. telah bersabda, "Tidak boleh iri kecuali pada dua perkara: Laki-laki yang dianugerahi (kefahaman yang sahih tentang) Al Qur'an sedang dia membaca dan mengamalkannya siang dan malam, dan laki-laki yang dianugerahi harta sedang dia menginfakkannya siang dan malam." (Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Barra' bin 'Azib ra. telah berkata: Seorang laki-laki membaca surat Al Kahfi dan di sisinya ada seekor kuda yang diikat dengan dua tali panjang, tiba-tiba ada awan melindunginya dan semakin mendekat dan kudanya menjauhinya. Pagi-paginya laki-laki itu mendatangi Nabi Muhammad saw. dan menceritakan peristiwa tersebut, maka beliau bersabda, "Itu adalah ketenangan yang turun karena Al Qur'an."(Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Ibnu 'Abbas ra. beliau berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya orang yang tidak ada dalam dirinya sesuatu pun dari Al Qur'an laksana sebuah rumah yang runtuh." (Riwayat Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)
Dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash ra. dari Nabi Muhammad saw. beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur'an: Baca, tingkatkan dan perindah bacaanmu sebagaimana kamu memperindah urusan di dunia, sesungguhnya kedudukanmu pada akhir ayat yang engkau baca."(Riwayat Abu Daud dan Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)
Dari 'Uqbah Bin 'Amir ra. berkata; Rasulullah saw. keluar dan kami berada di beranda masjid. Beliau bersabda: "Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau 'Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?" Kami menjawab, "Kami ingin ya Rasulullah" Lantas beliau bersabda, "Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al Qur'an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta." (Riwayat Muslim)
Dari Ibnu Mas'ud ra. bahawasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Yang paling layak mengimami kaum dalam shalat adalah mereka yang paling fasih membaca Al Qur'an."(Riwayat Muslim)
Dari Jabir bin Abdullah ra. bahawasnya; Ketika Nabi Muhammad saw. mengumpulkan dua mayat laki-laki diantara korban perang Uhud kemudian beliau bersabda, "Siapa diantara keduanya yang lebih banyak menghafal Al Qur'an?" dan ketika ditunjuk salah satunya beliau mendahulukannya untuk dimasukkan kedalam liang lahad.(Riwayat Bukhari, Tirmizi, Nasa'i & Ibnu Majah)
Dari Imran bin Hushoin bahawa beliau melewati seseorang yang sedang membaca Al Qur'an kemudian dia berdoa kepada Allah lalu ia kembali membaca, lantas dia berkata aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al Qur'an maka berdoalah kepada Allah dengan Al Qur'an karena sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca Al Qur'an dan orang-orang berdo'a dengannya."(Riwayat Tirmizi, beliau berkata : Hadits ini hasan)
Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud 'Alif, Laam, Miim' satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.(Riwayat Ad Darami dan Tirmizi, beliau berkata hadits ini hasan sahih)
Mari kita bersama bertekad menjadi generasi tiada hari tanpa Al Qur'an.

15 Des 2011

Sungguh Dahsyat Kejadian itu..!!!

Sahabat seiman.., karena iman kita bertemu, karena Islam kita bersatu, dengan ikhlas kita berpadu. Sungguh indah orang-orang yang beragama, satu sama lain saling menasehati dan mengingatkan, saling melindungi dan berkasih sayang karena Iman kepada Allah 'Azza wa jalla. Bukankah agama itu nasihat, karena sebagian besar ajarannya berisi nasihat.
Simaklah ayat Allah Swt  yang indah dan penuh makna berikut, artinya:
"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.
di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti Setiap syaitan yang jahat,
yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa Barangsiapa yang berkawan dengan Dia, tentu Dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (QS. Al Hajj 1-5)
Sahabatku.,
Sungguh benarlah dan haq kejadian yang dahsyat itu (Qiyamat), betapa dahsyatnya sampai seorang ibu lupa terhadap anaknya. Dan orang yang mengandung kehilangan kandungannya.
Saudaraku,
Apakah telah lupa kehidupan yang di janjikan setelah kejadian dahsyat itu (Hari akhir) dimana semua perbuatan dib alas dengan yang sepadan. Siapa yang menanam maka ia yang memanen. Siapa yang menanam pohon kebaikan maka baginya buah yang manis lagi harum. Dan siapa saja yang menanam pohon keburukan maka baginya pula buah berduri lagi pahit dirasakan bagi yang memanennya. " Segungguhnya hari kiamat itu akan datang aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan". (QS Taha - 15)
Sahabat seiman,  
janganlah merasa tenang karena sinar menerangi jalan, bersiaplah sebab gelap kan segera menjelang. Kehidupan yang fana bukanlah segalanya dan abadi, tapi ia segera berganti dan hancur. Bersiaplah dan berbekal, sebaik-baik bekal itu hanyalah takwa yang menemani dan menerangi dikala yang lain dalam kegelapan.
Sahabat seiman..,
Janganlah seperti orang yang selalu menyesal dan hanya berandai-andi seperti pada ayat " dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika Sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu".(Al kahfi 36) persiapkanlah dengan baik.

14 Des 2011

King Mohammed VI of Morocco

Mohammed VI adalah raja ketiga Maroko sejak negara yang berbentuk kerajaan ini memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1956, dan merupakan raja ke dua puluh tiga dari silsilah raja dinasti 'Alaouiyine (baca: alawiyin) dengan mengenakan gelar Yang Mulia Raja Mohammed VI, Amirul Mukminin, semoga Allah memberinya kemenangan ((صاحب الجلالة الملك محمد السادس أمير المؤمينين نصره الله

Raja Mohammed VI naik tahta menggantikan ayahnya Raja Hassan II yang meninggal pada tahun 1999. Nama panjangnya adalah Mohammed ibn Al-Hassan at-tsani ibn Mohammed al-Khamis ibn Youssef ibn Al-Hassan sampai ke Moulay 'Ali as-Syarif pendiri dinasti Alaouiyah.

Mohammed ibn al-Hasssan lahir pada 21 Agustus 1963, putra Raja Hassan II dan Lalla Latifa Hammou, keturunan keluarga Berber.

27 Nov 2011

Masjid Hassan II, Ikon Kota Casablanca

Masjid Hassan II (baca: tsani) yang menjadi ikon kota Casablanca, adalah masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Monumen besar yang terletak di lokasi yang spektakuler, pada platform yang menghadap Samudera Atlantik, bergaya paduan antara arsitektur seni islam Andalusia dan Modern.

Masjid ini berdiri di outcropping berbatu di atas laut. Pembangunannya dimulai tahun 1986 dan selesai pada tahun 1993. Menara Masjid ini mempunyai ketinggian 210 meter (689 kaki) dan menjadi menara masjid tertinggi di dunia.

Dengan luas 970,000 meter persegi,  Masjid ini dirancang oleh arsitek Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. 

Sebanyak 105.000 jamaah dapat berkumpul untuk shalat di masjid secara bersamaan, 25.000 di dalam masjid dan 80.000 di luar bangunan masjid.

Masjid Hassan II berdiri di atas laut
Dibangun di tanah reklamasi, hampir setengah dari permukaan masjid terletak di atas air laut Atlantik. Hal ini terinspirasi oleh ayat Alquran yang menyatakan "takhta Allah dibangun di atas air." Bagian dari lantai adalah kaca dan menawarkan pemandangan ke bawah laut.

Masjid Hassan II (tsani) adalah hasil dari Raja Hassan II saat menyatakan:. "Aku ingin membangun masjid ini di atas air, karena takhta Allah adalah di atas air. Oleh karena itu, umat yang pergi ke sana untuk berdoa, untuk memuji Sang Pencipta, bisa merenungkan Tuhan langit dan laut. "

Sebuah sorotan dari sinar ke arah Mekkah pada malam hari dari atas menara untuk menunjukan kiblat dan menghubungkan arah Masjid Hassan II dengan Masjidil Haram.

Gedung ini juga mencakup sejumlah sentuhan modern lainnya, dibangun untuk tahan gempa. Lantainya dilengkapi pemanas agar pengunjung yang datang pada musim dingin merasa nyaman ketika menunaikan solat di dalamnya.

Pintu masjid yang besar dan sebagian atap yang bisa dibuka dan ditutup pula digerakkan dengan tenaga elektrik.
Masjid ini menampilkan pengaruh budaya Moor yang kuat dan arsitektur bangunan ini mirip dengan Alhambra dan Masjid Agung Cordova di Andalusia, Spanyol. Di Maroko, cuma masjid ini yang bisa di masuki untuk pengunjung non-muslim. Siapapun dipersilakan untuk membeli tiket untuk melihat interior Masjid yang menakjubkan.
Interior Masjid Hassan II
Masjid ini dimulai pembangunannya pada tanggal 12 Juli 1986, dan dimaksudkan agar selesai bertepatan dengan ulang tahun ke-60 raja Maroko, Hassan II, pada tahun 1989. Namun, bangunan masjid  tidak diresmikan sampai 30 Agustus 1993.
Masjid yang bersinar di malam hari

Selama 7 tahun masa pembangunannya, 1400 laki-laki bekerja di siang hari dan 1100 pada malam hari, serta sebanyak 10.000 arsitek dan pengrajin berpartisipasi dalam membangun masjid.

Semua, plester granit, marmer, kayu, dan bahan lain yang digunakan dalam konstruksi, diambil dari seluruh Maroko, dengan pengecualian beberapa tiang granit putih, lilin kaca  dan lampu Kristal yang di datangkan khas dari Italia.

lebih 30,000 juruteknik, tukang batu dan tukang kraf bekerja selama 50 juta jam sepanjang tujuh tahun tempo pembangunannya.
Sisi lain dari Interior masjid

Masjid Hassan II yang menjadi ikon Kota Casablanca



5 Nov 2011

Inspirasi : Kisah Empat Burung

Empat burung sedang berdiri di ranting pohon, dan salah satu dari mereka memutuskan untuk terbang, berapa banyak burung yang masih ada di pohon?
menurut pikiran kita bahwa di pohon akan tersisa tiga burung.
Tapi jawabannya ............
.
>
>
>
Ternyata Jawabannya Empat burung masih tetap berada di pohon, karena salah satu dari mereka yang memutuskan untuk terbang ternyata tidak melakukannya.
Dan dengan demikian tidak mengubah apa pun!

... ... Disini Kita Semua bertanya pada diri kita masing-masing:

"Berapa kali kita telah memutuskan untuk melakukan sesuatu dan tidak melakukannya??"

sehingga hal tersebut tidak akan merubah apapun dari kita!

Kesimpulan : "Bukan seberapa sering kita harus memutuskan dalam suatu hal, tapi yang lebih penting adalah Bagaimana kita bisa mewujudkannya" .

3 Nov 2011

Bagaimana Puasa Arafah di Maroko yang berbeda dengan AS dan Indonesia?

Pada penetapan hari arafah dan Hari Raya Idul Adha kali ini masih terjadi perbedaan antara Arab Saudi dan Indonesia dengan Kerajaan Maroko. Dikala kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Indonesia sudah menetapkan bahwa  wukuf di Padang Arafah tahun ini yang jatuh bertepatan dengan hari Sabtu, tanggal 5 November 2011, dan Hari Raya Idul Adha pada hari Ahad, 6 November 2011. Kerajaan Maroko menetapkan bahwa 9 Dzulhijjah jatuh pada hari Ahad dan Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin, 7 November.

Dengan adanya penetapan ini maka terjadi perbedaan hari Arafah antara umat muslimin yang berada di Arafah, yang sedang melaksanakan ibadah Haji dengan umat Islam Ahlul Maghrib atau yang sedang tinggal di Maroko termasuk kita WNI dan Mahasiswa Indonesia di Maroko.

Padahal menurut pengertian Syara', puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.

Ustad Dr. Zainal 'Abidin BelFreij, Guru Besar Ilmu Hadist di Universitas Hassan II Casablanca, mengatakan bahwa kita harus mengikuti puasa dimana orang yang berhaji sedang melakukan wukuf di padang Arafah.

Jadi beliau mengatakan agar kita yang sedang berada di Maroko untuk melakukan puasa Sunnah Arafah pada hari Sabtu, 5 November 2011 dan baru menyembelih Hewan Qurban pada Hari Senin, 7 November 2011 mengikuti penetapan kerajaan Maroko.

Keutamaan puasa Arafah 

Fadilah atau keutamaan puasa Arafah  tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Selain itu, memang pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا
الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci.
Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa.


Pembahasan Puasa di Hari Sabtu

Namun karena penetapan Hari Arafah yang jatuh pada Hari Sabtu, menjadi bahan pembicaraan yang hangat dikalangan ahli ilmu bahkan orang awam yang terbawa pembicaraan tersebut. Karena, ada hadits akan larangan puasa di hari Sabtu.

Masalah larangan puasa di hari Sabtu itu, berdasarkan kepada hadits ini:

 “Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.” HR. Abu Daud no. 2421, At Tirmidzi no. 744, Ibnu Majah no. 1726. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Lantas, bagaimana jika kemudian Hari Arafah yang jatuh pada hari Sabtu ? Yakni, ketika jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di padang Arafah, maka yang tidak berhaji -seperti kita- disunnahkan untuk puasa Arafah.
Sedang puasa Arafah itu, begitu besar fadhilahnya untuk dilewatkan, karena menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang telah lewat dan yang akan datang.

 “Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Bukankah, ini sangat istimewa? Bagaimanakah kemudian, jika puasa di hari Sabtu yang juga hari Arafah?

Mengacu kepada hadits yang diriwayatkan Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan syaikh Albani yang menyatakan keshahihannya di atas, maka kedudukan boleh tidaknya puasa di hari Sabtu ini, menjadi khilaf bainal ulama'. Khilaf syar'iyyah, lantaran banyaknya hadits yang menjelaskan masalah ini.

Yang satu, membolehkan. Yang lain, tidak memperbolehkan (dengan berpegangan pada teks hadits diatas).

Berikut penjelasan tentang Puasa di hari Sabtu yang saya kutip dari Keterangan Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) Mengenai Puasa pada Hari Sabtu:

Rincian Berpuasa pada Hari Sabtu

Rincian yang sangat bagus mengenai hal ini telah dikemukakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin sebagai berikut.

Keadaan pertama: Puasa pada hari Sabtu dihukumi wajib seperti berpuasa pada hari Sabtu di bulan Ramadhan, mengqodho’ puasa pada hari Sabtu, membayar kafaroh (tebusan), atau mengganti hadyu tamattu’ dan semacamnya. Puasa seperti ini tidaklah mengapa selama tidak meyakini adanya keistimewaan berpuasa pada hari tersebut.

Keadaan kedua: Jika berpuasa sehari sebelum hari Sabtu, maka ini tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan kepada salah satu istrinya yang berpuasa pada hari Jum’at,

« أَصُمْتِ أَمْسِ » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « فَأَفْطِرِى »

 “Apakah kemarin (Kamis) engkau berpuasa?” Istrinya mengatakan, “Tidak.”Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Apakah engkau ingin berpuasa besok (Sabtu)?” Istrinya mengatakan, “Tidak.” “Kalau begitu hendaklah engkau membatalkan puasamu”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.[HR. Bukhari no. 1986.]

Perkataan beliau “Apakah engkau berpuasa besok (Sabtu)?”, ini menunjukkan bolehnya berpuasa pada hari Sabtu asalkan diikuti dengan berpuasa pada hari Jum’at.

Keadaan ketiga: Berpuasa pada hari Sabtu karena hari tersebut adalah hari yang disyari’atkan untuk berpuasa. Seperti berpuasa pada ayyamul bid (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah), berpuasa pada hari Arofah, berpuasa ‘Asyuro (10 Muharram), berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah sebelumnya berpuasa Ramadhan, dan berpuasa selama sembilan hari di bulan Dzulhijah. Ini semua dibolehkan. Alasannya, karena puasa yang dilakukan bukanlah diniatkan berpuasa pada hari Sabtu. Namun puasa yang dilakukan diniatkan karena pada hari tersebut adalah hari disyari’atkan untuk berpuasa.

Keadaan keempat: Berpuasa pada hari sabtu karena berpuasa ketika itu bertepatan dengan kebiasaan puasa yang dilakukan, semacam berpapasan dengan puasa Daud –sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa-, lalu ternyata bertemu dengan hari Sabtu, maka itu tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan mengenai puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan dan tidak terlarang berpuasa ketika itu jika memang bertepatan dengan kebiasaan berpuasanya .

Keadaan kelima: Mengkhususkan berpuasa sunnah pada hari Sabtu dan tidak diikuti berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya. Inilah yang dimaksudkan larangan berpuasa pada hari Sabtu, jika memang hadits yang membicarakan tentang hal ini shahih.

[–Demikian penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin-Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, 20/57-58, Darul Wathon – Darul Tsaroya, cetakan terakhir, tahun 1413 H.]



Wallohu a'lam bishowab.

17 Okt 2011

Info Visa : Syarat Visa dan KTP Maroko

Setiap pemegang paspor hijau Indonesia  tidak memerlukan visa (Free Visa) untuk memasuki negara Maroko setidaknya  untuk sampai 3 bulan (sembilan puluh hari). Hal ini terjadi setelah bertahun-tahun hubungan kedua negara yang tetap terjaga dengan apik sejak dari sejarah kedua negara  terjalin.
 
Namun, pastikan untuk memeriksa validitas paspor dan persyaratan visa sebelum Anda berangkat karena ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Masuk ke Maroko  cukup sederhana: Anda hanya perlu mengisi formulir tentang data pribadi Anda, profesi dan

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes