27 Nov 2011

Masjid Hassan II, Ikon Kota Casablanca

Masjid Hassan II (baca: tsani) yang menjadi ikon kota Casablanca, adalah masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Monumen besar yang terletak di lokasi yang spektakuler, pada platform yang menghadap Samudera Atlantik, bergaya paduan antara arsitektur seni islam Andalusia dan Modern.

Masjid ini berdiri di outcropping berbatu di atas laut. Pembangunannya dimulai tahun 1986 dan selesai pada tahun 1993. Menara Masjid ini mempunyai ketinggian 210 meter (689 kaki) dan menjadi menara masjid tertinggi di dunia.

Dengan luas 970,000 meter persegi,  Masjid ini dirancang oleh arsitek Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. 

Sebanyak 105.000 jamaah dapat berkumpul untuk shalat di masjid secara bersamaan, 25.000 di dalam masjid dan 80.000 di luar bangunan masjid.

Masjid Hassan II berdiri di atas laut
Dibangun di tanah reklamasi, hampir setengah dari permukaan masjid terletak di atas air laut Atlantik. Hal ini terinspirasi oleh ayat Alquran yang menyatakan "takhta Allah dibangun di atas air." Bagian dari lantai adalah kaca dan menawarkan pemandangan ke bawah laut.

Masjid Hassan II (tsani) adalah hasil dari Raja Hassan II saat menyatakan:. "Aku ingin membangun masjid ini di atas air, karena takhta Allah adalah di atas air. Oleh karena itu, umat yang pergi ke sana untuk berdoa, untuk memuji Sang Pencipta, bisa merenungkan Tuhan langit dan laut. "

Sebuah sorotan dari sinar ke arah Mekkah pada malam hari dari atas menara untuk menunjukan kiblat dan menghubungkan arah Masjid Hassan II dengan Masjidil Haram.

Gedung ini juga mencakup sejumlah sentuhan modern lainnya, dibangun untuk tahan gempa. Lantainya dilengkapi pemanas agar pengunjung yang datang pada musim dingin merasa nyaman ketika menunaikan solat di dalamnya.

Pintu masjid yang besar dan sebagian atap yang bisa dibuka dan ditutup pula digerakkan dengan tenaga elektrik.
Masjid ini menampilkan pengaruh budaya Moor yang kuat dan arsitektur bangunan ini mirip dengan Alhambra dan Masjid Agung Cordova di Andalusia, Spanyol. Di Maroko, cuma masjid ini yang bisa di masuki untuk pengunjung non-muslim. Siapapun dipersilakan untuk membeli tiket untuk melihat interior Masjid yang menakjubkan.
Interior Masjid Hassan II
Masjid ini dimulai pembangunannya pada tanggal 12 Juli 1986, dan dimaksudkan agar selesai bertepatan dengan ulang tahun ke-60 raja Maroko, Hassan II, pada tahun 1989. Namun, bangunan masjid  tidak diresmikan sampai 30 Agustus 1993.
Masjid yang bersinar di malam hari

Selama 7 tahun masa pembangunannya, 1400 laki-laki bekerja di siang hari dan 1100 pada malam hari, serta sebanyak 10.000 arsitek dan pengrajin berpartisipasi dalam membangun masjid.

Semua, plester granit, marmer, kayu, dan bahan lain yang digunakan dalam konstruksi, diambil dari seluruh Maroko, dengan pengecualian beberapa tiang granit putih, lilin kaca  dan lampu Kristal yang di datangkan khas dari Italia.

lebih 30,000 juruteknik, tukang batu dan tukang kraf bekerja selama 50 juta jam sepanjang tujuh tahun tempo pembangunannya.
Sisi lain dari Interior masjid

Masjid Hassan II yang menjadi ikon Kota Casablanca



5 Nov 2011

Inspirasi : Kisah Empat Burung

Empat burung sedang berdiri di ranting pohon, dan salah satu dari mereka memutuskan untuk terbang, berapa banyak burung yang masih ada di pohon?
menurut pikiran kita bahwa di pohon akan tersisa tiga burung.
Tapi jawabannya ............
.
>
>
>
Ternyata Jawabannya Empat burung masih tetap berada di pohon, karena salah satu dari mereka yang memutuskan untuk terbang ternyata tidak melakukannya.
Dan dengan demikian tidak mengubah apa pun!

... ... Disini Kita Semua bertanya pada diri kita masing-masing:

"Berapa kali kita telah memutuskan untuk melakukan sesuatu dan tidak melakukannya??"

sehingga hal tersebut tidak akan merubah apapun dari kita!

Kesimpulan : "Bukan seberapa sering kita harus memutuskan dalam suatu hal, tapi yang lebih penting adalah Bagaimana kita bisa mewujudkannya" .

3 Nov 2011

Bagaimana Puasa Arafah di Maroko yang berbeda dengan AS dan Indonesia?

Pada penetapan hari arafah dan Hari Raya Idul Adha kali ini masih terjadi perbedaan antara Arab Saudi dan Indonesia dengan Kerajaan Maroko. Dikala kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Indonesia sudah menetapkan bahwa  wukuf di Padang Arafah tahun ini yang jatuh bertepatan dengan hari Sabtu, tanggal 5 November 2011, dan Hari Raya Idul Adha pada hari Ahad, 6 November 2011. Kerajaan Maroko menetapkan bahwa 9 Dzulhijjah jatuh pada hari Ahad dan Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin, 7 November.

Dengan adanya penetapan ini maka terjadi perbedaan hari Arafah antara umat muslimin yang berada di Arafah, yang sedang melaksanakan ibadah Haji dengan umat Islam Ahlul Maghrib atau yang sedang tinggal di Maroko termasuk kita WNI dan Mahasiswa Indonesia di Maroko.

Padahal menurut pengertian Syara', puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.

Ustad Dr. Zainal 'Abidin BelFreij, Guru Besar Ilmu Hadist di Universitas Hassan II Casablanca, mengatakan bahwa kita harus mengikuti puasa dimana orang yang berhaji sedang melakukan wukuf di padang Arafah.

Jadi beliau mengatakan agar kita yang sedang berada di Maroko untuk melakukan puasa Sunnah Arafah pada hari Sabtu, 5 November 2011 dan baru menyembelih Hewan Qurban pada Hari Senin, 7 November 2011 mengikuti penetapan kerajaan Maroko.

Keutamaan puasa Arafah 

Fadilah atau keutamaan puasa Arafah  tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Selain itu, memang pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا
الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci.
Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa.


Pembahasan Puasa di Hari Sabtu

Namun karena penetapan Hari Arafah yang jatuh pada Hari Sabtu, menjadi bahan pembicaraan yang hangat dikalangan ahli ilmu bahkan orang awam yang terbawa pembicaraan tersebut. Karena, ada hadits akan larangan puasa di hari Sabtu.

Masalah larangan puasa di hari Sabtu itu, berdasarkan kepada hadits ini:

 “Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.” HR. Abu Daud no. 2421, At Tirmidzi no. 744, Ibnu Majah no. 1726. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Lantas, bagaimana jika kemudian Hari Arafah yang jatuh pada hari Sabtu ? Yakni, ketika jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di padang Arafah, maka yang tidak berhaji -seperti kita- disunnahkan untuk puasa Arafah.
Sedang puasa Arafah itu, begitu besar fadhilahnya untuk dilewatkan, karena menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang telah lewat dan yang akan datang.

 “Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Bukankah, ini sangat istimewa? Bagaimanakah kemudian, jika puasa di hari Sabtu yang juga hari Arafah?

Mengacu kepada hadits yang diriwayatkan Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan syaikh Albani yang menyatakan keshahihannya di atas, maka kedudukan boleh tidaknya puasa di hari Sabtu ini, menjadi khilaf bainal ulama'. Khilaf syar'iyyah, lantaran banyaknya hadits yang menjelaskan masalah ini.

Yang satu, membolehkan. Yang lain, tidak memperbolehkan (dengan berpegangan pada teks hadits diatas).

Berikut penjelasan tentang Puasa di hari Sabtu yang saya kutip dari Keterangan Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) Mengenai Puasa pada Hari Sabtu:

Rincian Berpuasa pada Hari Sabtu

Rincian yang sangat bagus mengenai hal ini telah dikemukakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin sebagai berikut.

Keadaan pertama: Puasa pada hari Sabtu dihukumi wajib seperti berpuasa pada hari Sabtu di bulan Ramadhan, mengqodho’ puasa pada hari Sabtu, membayar kafaroh (tebusan), atau mengganti hadyu tamattu’ dan semacamnya. Puasa seperti ini tidaklah mengapa selama tidak meyakini adanya keistimewaan berpuasa pada hari tersebut.

Keadaan kedua: Jika berpuasa sehari sebelum hari Sabtu, maka ini tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan kepada salah satu istrinya yang berpuasa pada hari Jum’at,

« أَصُمْتِ أَمْسِ » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « فَأَفْطِرِى »

 “Apakah kemarin (Kamis) engkau berpuasa?” Istrinya mengatakan, “Tidak.”Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Apakah engkau ingin berpuasa besok (Sabtu)?” Istrinya mengatakan, “Tidak.” “Kalau begitu hendaklah engkau membatalkan puasamu”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.[HR. Bukhari no. 1986.]

Perkataan beliau “Apakah engkau berpuasa besok (Sabtu)?”, ini menunjukkan bolehnya berpuasa pada hari Sabtu asalkan diikuti dengan berpuasa pada hari Jum’at.

Keadaan ketiga: Berpuasa pada hari Sabtu karena hari tersebut adalah hari yang disyari’atkan untuk berpuasa. Seperti berpuasa pada ayyamul bid (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah), berpuasa pada hari Arofah, berpuasa ‘Asyuro (10 Muharram), berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah sebelumnya berpuasa Ramadhan, dan berpuasa selama sembilan hari di bulan Dzulhijah. Ini semua dibolehkan. Alasannya, karena puasa yang dilakukan bukanlah diniatkan berpuasa pada hari Sabtu. Namun puasa yang dilakukan diniatkan karena pada hari tersebut adalah hari disyari’atkan untuk berpuasa.

Keadaan keempat: Berpuasa pada hari sabtu karena berpuasa ketika itu bertepatan dengan kebiasaan puasa yang dilakukan, semacam berpapasan dengan puasa Daud –sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa-, lalu ternyata bertemu dengan hari Sabtu, maka itu tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan mengenai puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan dan tidak terlarang berpuasa ketika itu jika memang bertepatan dengan kebiasaan berpuasanya .

Keadaan kelima: Mengkhususkan berpuasa sunnah pada hari Sabtu dan tidak diikuti berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya. Inilah yang dimaksudkan larangan berpuasa pada hari Sabtu, jika memang hadits yang membicarakan tentang hal ini shahih.

[–Demikian penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin-Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, 20/57-58, Darul Wathon – Darul Tsaroya, cetakan terakhir, tahun 1413 H.]



Wallohu a'lam bishowab.

17 Okt 2011

Info Visa : Syarat Visa dan KTP Maroko

Setiap pemegang paspor hijau Indonesia  tidak memerlukan visa (Free Visa) untuk memasuki negara Maroko setidaknya  untuk sampai 3 bulan (sembilan puluh hari). Hal ini terjadi setelah bertahun-tahun hubungan kedua negara yang tetap terjaga dengan apik sejak dari sejarah kedua negara  terjalin.
 
Namun, pastikan untuk memeriksa validitas paspor dan persyaratan visa sebelum Anda berangkat karena ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Masuk ke Maroko  cukup sederhana: Anda hanya perlu mengisi formulir tentang data pribadi Anda, profesi dan

10 Okt 2011

Festival Sungai Serayu

Banyumas- Dalam rangka menyambut Visit Jateng 2013, puluhan kapal para penambang pasir yang berada di sepanjang sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah mengikuti acara ‘Festival Serayu 2011′.



Acara yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas dengan tema ‘Mendulang Sejuta Pesona Wisata Sungai Serayu’ ini diikuti oleh puluhan kapal yang biasa menambang pasir di sungai serayu.

“Dalam rangka menyambut Visit Jateng 2013 dan juga salah satu program Dinporabudpar Kabupaten Banyumas kami mengadakan acara Festival Serayu 2011 yang diikuti oleh para penambang pasir. Kegiatan kita fokuskan pada acara karnaval perahu hias dan lomba dayung  yang diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan para penambang pasir,” Kata Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Dwi Pindarto kepada wartawan, Minggu (09/10/2011).

Menurut dia, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menarik minat para investor untuk mengembangkan pariwisata di sekitar Sungai Serayu. serta membuka lapangan kerja baru bagi para penambang pasir di sungai serayu.

“Dengan adanya festival ini diharapkan di sekitar sungai serayu hingga bendung gerak nantinya ada investor yang menanamkan modalnya untuk membuka pariwisata. Dengan begitu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar sungai serayu yang rata-rata bekerja sebagai penambang pasir,” jelasnya.

Sementara itu para peserta festival menyambut baik kegiatan yang di selenggarakan ini. Mereka senang dapat memeriahkan acara tersebut, apalagi selama kegiatan ini kapal mereka di sewa.

“Ya senang lah ada kegiatan ini. Apalagi kapal kita disewa sehari 300 Ribu. Nambang pasir belum tentu dapat segitu,” ungkap Kusno Edi (40) peserta karnaval.

Puluhan kapal penambang pasir yang berada di sepanjang sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah mengikuti acara "Festival Serayu 2011". Festival ini dalam rangka menyambut Visit Jateng 2013, minggu (9/10).

Sumber :
http://us.foto.detik.com/
http://www.antarafoto.com/
http://serayunews.lokal.detik.com/

Loncat Batu Nias

Uang Pecahan 1000 dengan gambar loncat Batu
Masih teringat dengan uang kertas pecahan 1000 rupiah,. Yah disitulah terdapat gambar orang sedang melompat batu tinggi. kebudayaan seperti itu hanya bisa di temuakan di Pulau Nias.

Ya'ahowu, itulah kata sapaan khas orang Nias ketika bertemu dengan seseorang. Pulau Nias dengan luas 5.318 kilometer persegi menyimpan sejumlah misteri dan keunikan beserta keindahan alam dan pantai yang begitu memesona. Dengan berbagai keindahan alamnya, potensi Pariwisata Bahari di Pulau Nias tersebar di hampir sejumlah tempat yang dikenal dengan sebutan 100 pulaunya.
Lompat Batu di Bawomatalua
Wisata budaya juga tidak kalah menariknya untuk kita kunjungi. Desa-desa tradisional di Pulau Nias yang masih menyimpan sejumlah peninggalan budaya dan para penutur sejarah dapat menjadi pilihan utama. Selain menjalankan roda perekonomian, kegiatan pariwisata ini mampu mengembalikan kecintaan akan nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Untuk menjangkau kawasan wisata di Pulau Nias, wisatawan bisa memilih jalur laut dan udara. Kalau jalur udara, penerbangan ke Nias saat ini sudah lumayan banyak. Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Medan–Nias dan Nias–Medan.

Tari Perang - Nias
Lama penerbangan Medan–Nias setelah berangkat dari Bandara Polonia dan mendarat di Bandara Binaka Gunung Sitoli sekitar 55 menit. Demikian sebaliknya dari Binaka ke Polonia jarak tempuhnya juga 55 menit. Kalau memilih transportasi laut, bisa dilakukan dengan menumpang KMP dari Sibolga ke Gunung Sitoli lama perjalanan 8-10 jam. Kalau tujuan ke Nias Selatan berarti harus menempuh perjalanan lagi lewat perjalanan darat dengan jarak tempuh 2 sampai 3 jam.

Kabupaten Nias atau Gunungsitoli juga memiliki beberapa tempat wisata yang patut untuk dikunjungi, yaitu Pantai Muara Indah, Holi'amaeta So'arowig, Pantai Carlita, pantai Laowomaru, Gua Laowomaru, pantai Bunda, Miga, Air Terjun Onowaembo, dan Arah Namohalu.

Surving - Pantai Sorake
Sedangkan tempat wisata khususnya di Kabupaten Nias Selatan, antara lain Gomo (peninggalan barang bersejarah [megalitikum]), pantai Lagundri Sorake, Pantai Moale, Gunung Lolomatua, Hombo Batu dan Rumah adat di Bawomataluo, Pulau-Pulau Batu, dan Pulau Telo.

Sedangkan yang berada di Kabupaten Nias Utara, antara lain Asi Walo atau Pantai Walo, Air Terjun Luaha Ndroi, Pantai Turogaloko, Lahewa, Pantai Turodawola Kecamatan Afulu, Pantai Toretolo, dan Pulau Makora. Sedangkan untuk Kabupaten Nias Barat, antara lain Pulau Asu-Hinako dan Pantai Sirombu.

Pantai Moale - Nias Selatan
Dengan begitu banyak tempat wisata dan keaneka ragaman budaya di Pulau Nias, tidak salah jika Pulau Nias disamakan dengan Pulau Bali. Yang membedakan hanyalah masalah infrastruktur dimana Bali jauh lebih lengkap. So, tunggu apalagi segera berkunjung ke Pulau Nias! Ya'ahowu.


Sumber : http://detik.travel/

4 Okt 2011

Sayembara Menulis Tingkat Maroko


PENDAHULUAN

Beranjak dari kesadaran kami tentang alangkah mubadzirnya bakat-bakat dan talenta yang tak terjamah, yang tak terasah, dibiarkan mengkarat begitu saja, seperti  zamrud yang terkubur.  Diantara biangnya mungkin minimnya  sentuhan apresiasi, wadah dan sedikitnya  kemauan, yang tak jarang menjadi aral untuk bergerak menulis.

Dengan ini untuk menghidupkan dan lebih mengapresiasi kepada setiap goresan tinta, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko melalui Departemen Media Informasi ingin mengadakan Sayembara menulis bagi seluruh Mahasiswa(i) dan WNI di Maroko.

"Indonesia Di Matamu, Indonesia Dalam Mimpimu". Tema ini di rasa paling klop untuk memulai sayembara ini, karena  pastinya kawan-kawan sebagai putra putri bangsa mempunyai setumpuk referensi dan gambaran,  dengan segala versinya.

Indonesia dengan segala kekayaan alam dan budayanya, masyhur  dengan  keluhuran budi pekertinya, kancah  perpolitikan yang  tergolong  reot, keberagaman dan seterusnya. Tema ini juga berkutat  tentang harapan dari tunas-tunas bangsa untuk tanah air Indonesia, Kini dan esok hari.

 PERSYARATAN LOMBA

1. Terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Maroko tanpa kecuali, dan bersifat perorangan.

2. Tema artikel : "Indonesia Di Matamu, Indonesia Dalam Mimpimu".  Judul bebas, Isi artikel dapat berkaitan dengan Indonesia dilihat dari berbagai dimensi, seperti sosial-budaya, pendidikan, sejarah, masyarakat, ekonomi, politik, pertahanan-keamanan, peran di dunia internasional, dan sebagainya.

3. Setiap peserta lomba boleh mengirimkan lebih dari satu naskah. Tulisan asli (orisinil) bukan saduran, ditulis dalam bahasa populer, dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan EYD. Kutipan diperbolehkan tidak lebih dari 20% dan wajib mencantumkan sumber referensinya.

4. Panjang tulisan maksimal 3,5 halaman kuarto (ukuran kertas letter) atau 1500 kata atau 8.000 karakter (dengan spasi), ditulis dengan Naskah diketik dengan jenis huruf Time News Roman (TNR), ukuran 12 pt.

5. Pada akhir tulisan dicantumkan identitas lengkap penulis meliputi nama, tempat/tanggal lahir, nama sekolah/universitas, alamat sekolah/universitas, nomor telepon seluler, alamat e-mail, dan akun facebook atau friendster atau lainnya.

6. Pengiriman naskah artikel hanya dapat diterima Panitia lomba melalui surat elektronik (e-mail) saja ke : dmippimaroko@gmail.com . Panitia tidak melayani penerimaan naskah dan surat-menyurat secara konvensional (kantor pos atau jasa pengiriman lainnya). Bagi yang tidak memiliki email dan/atau akses internet, dapat menitipkan kepada orang lain dengan tetap mencantumkan identitas diri penulis.

7. Seluruh naskah lomba harus  sudah diterima Panitia antara tanggal 3 Oktober  s/d  10 November 2011 (Pukul 24.00 WIB).

8. Penjurian akan dilakukan dari tanggal 11 November sampai 23 November 2011, sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 25 November 2011.

DEWAN JURI DAN KETERANGAN LAINNYA

1. Juri lomba adalah Drs. H. Tosari Widjaja (Dubes RI untuk Kerajaan Maroko), Mahsusoh Ujiati(Ibu Dubes), Suparman Hasibuan (P.F Pensosbud KBRI Rabat), Fahmi Islam Jiwanto, MA (studi Program S3), Fakhrurrazie Yunus, MA (Penasehat PPI, Dosen, dan studi Program S3),

2. Keputusan Dewan Juri adalah absolut (mutlak) dan tak bisa diganggu gugat.

3. Hak publikasi dan penggunaan artikel untuk kepentingan kemanusiaan, pendidikan, persahabatan, dan sosial budaya menjadi milik Dept. Media Informasi PPI Maroko.

4. Penyerahan hadiah akan dilakukan pada tanggal 25 November  2011.

HADIAH DAN PENGHARGAAN

Pemenang sayembara juara 1,2,dan 3 akan mendapatkan Uang pembinaan + sertifikat, serta bingkisan menarik lainya. Tulisan para pemenang akan di muat di media online, media group online dan media cetak.

PENUTUP

Partisipasi kawan kawan menjadi sangat berarti bagi kami  untuk bersama -sama melangkah maju, membangun kualitas diri dan organisasai.

Alamat Sekretariat Panitia Sayembara (PPI Maroko):
10, Sect. D Nouveau Kouass Yacoub el-Mansour Rabat.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Dept. Media Informasi, E-mail : dmippimaroko@gmail.com atau personil Dept. MI :  Burhan Ali, Habib Choirul Musta'in dan Afif Husen
Rabat, 28 September 2011
a/n PPI Maroko
Pantitia Lomba,


Dept. Media dan Informasi

1 Okt 2011

Khutbah Jumat : Nasionalisme Islam

Marilah kita bersama-sama bertakwa kepada Alloh dengan sebenar-benarnya takwa.
 اتقوا الله حق تقاته ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون , Takwa dalam artian meningkatkan dan mengamalkan setiap yang diperintahkan dan meninggalkan dari larangan dan yang diharamkan.

Pada kesempatan Khotbah jumat hari ini yang bertepatan dengan hari Gerakan 30 September dan Hari kesaktian pancasila. Marilah kita sama-sama memperbaharui pemahaman kita tentang Arti dari Nasionalisme Islam dalam Negara Pancasila.

Jamaah Jum'at yang dirahmati Alloh,

Sebagai bentuk dari Cinta tanah air, seperti dalam ungkapan "حب الوطن من الإيمان " atau cinta tanah air sebagian dari iman. Sebuah ungkapan yang tepat untuk sebuah rasa nasionalis. Namun perlu di ketahui, bahwa ungkapan ini banyak yang mengatakan adalah sebuah hadist yang disampaikan oleh Rosululloh SAW. Namun pada hakikatnya seperti yang dikatakan para ulama ahli hadist. Bahwa ungkapan ini dinilai dengan hadist makdzub atau dusta. Bahwa nabi SAW tidak pernah mengatakan tentang hal ini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes