8 Des 2008

senyum...

Senyum yang kau berikan
Memberi kesan yang tak terperikan
Senyum yang kau tebarkan
Memberi pesona dalam ayal

Tak semua senyumu itu senyum
Senyum yang tulus hanya dari hati
Senyum yang menipu bagai duri

Kadang bibir senyum tapi hati gundah
Kadang pula hati tertawa riang tapi bibir sedu sedan
Tapi yang nyata tak akan terlupakan
Hati yang riang wajahpun senang
Bagai bunga yang baru mekar
Bagai mutiara yang ditemukan

Tersenyumlah engkau, akupun senyum
Puaskanlah dirimu dengan senyum
Selagi masih bisa tersenyum
Karena nanti tak khayal senyum itu pergi tergantikan
Tanpa disadari semua berlalu tanpa makna
Semua telah berlalu tak terasa.

Demi mentari

Apabila matahari dan sinarnya di pagi hari
Dan bulan apabila mengiringinya
Dan siang apabila menampakkannya
Bahkan malam apabila menutupinya
Demi langit dan pembinaanya
Dan bumi serta penghamparannya
Dan jiwa serta penciptaanya


Maka bagi siapa yang bersedekah dan bertakwa
Dan membenarkan adanya pahala terbaik (surga)
Maka akan dimudahkan jalanya
Menuju kemudahan (kebahagiaan)


Dan adapun orang yang kikir
Dan merasa dirinya cukup
Serta mendustakan pahala terbaik
Maka akan dimudahkan jalannya
Menuju kesukaran (kesengsaraan)

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes